Syahril Sabirin, Ph,D

29 12 2007

Pejuang Independensi Bank Indonesia
Bank sentral harus independen. Untuk menegakkan hal ini, Syahril Sabirin, Gubernur Bank Indonesia (BI), harus menghadapi tantangan hebat. Ia dipaksa memilih: mundur atau ditahan! Ia tidak rela BI diintervensi, maka ia tak mau mundur. Akibatnya, Syahril dituduh korupsi, diadili dan mendekam dalam tahanan. Sempat divonis tiga tahun penjara, namun akhirnya dalam pengadilan yang lebih tinggi, ia divonis bebas. Pengagum Nelson Mandela ini berjuang menegakkan independensi BI, lembaga yang dipimpinnya.
Setidaknya ada dua hal yang sangat merisaukan Syahril Sabirin dalam melihat perjalanan bangsa dan negara. Yakni makin maraknya korupsi dan sikap penguasa baru terhadap penguasa lama.
Read the rest of this entry »




Sutan Sjahrir

29 12 2007

Politika Bung Kecil

Perdana menteri kita yang pertama, Sutan Sjahrir, tutup usia sebagai tahanan politik oleh Orde Lama tanggal 9 April 1966 di Zurich, Swiss. Ia diizinkan berobat ke Zurich sejak Mei 1965 oleh Presiden Soekarno yang dalam izin tertulisnya mengatakan Sjahrir boleh berobat ke mana saja kecuali Belanda. Pendiri Partai Sosialis Indonesia (PSI) tahun 1948 itu dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata tanggal 19 April 1966. Si “Bung Besar” Presiden Soekarno yang sekitar satu bulan sebelumnya dipaksa menandatangani Surat Perintah 11 Maret karena alasan keamanan tidak mungkin menghadiri upacara pemakaman rekan seperjuangannya, Sjahrir, si “Bung Kecil”.




Siti Manggopoh

29 12 2007

Ditulis oleh Yurnaldi

Dari Peluncuran Buku Siti Manggopoh Perempuan Minang Itu Layak Diberi Gelar Pahlawan… KETIKA perempuan-perempuan Minangkabau modern yang berpendidikan tinggi sedang mengibarkan bendera perjuangan gender, di mana taraf dan nilai kaum perempuan dengan laki-laki harus diperjuang- kan sama, pada saat itu pulalah muncul buku Siti Manggopoh.

Read the rest of this entry »





TAN MALAKA

29 12 2007

GERILYAWAN REVOLUSIONER YANG LEGENDARIS
Tan Malaka -lengkapnya Ibrahim Datuk Tan Malaka-menurut keturunannya ia termasuk suku bangsa Minangkabau. Pada tanggal 2 Juni 1897 di desa Pandan Gadang -Sumatra Barat-Tan Malaka dilahirkan. Ia termasuk salah seorang tokoh bangsa yang sangat luar biasa, bahkan dapat dikatakan sejajar dengan tokoh-tokoh nasional yang membawa bangsa Indonesia sampai saat kemerdekaan seperti Soekarno, Hatta, Syahrir, Moh.Yamin dan lain-lain.
Read the rest of this entry »




Rasuna Said

29 12 2007

Hajjah Rasuna Said (1910-1965), lahir tanggal 14 September 1910 di Maninjau, Sumatera Barat. Pendidikan yang dilaluinya adalah sekolah desa di Maninjau, Diniyah School di Padang Panjang, sekolah Thawalib, dan Islamic College. Pergerakannya dimulai dari emansipasi sampai ke agama, pendidikan, pers, dan politik . Seperti juga R.a. Kartini di Jawa, ia memperjuangkan adanya persamaan hak antara pria dan wanita. Ia memasuki organisasi Sarekat rakyat dan diangkat sebagai Sekretaris Cabang. Pada un 1930 menjadi anggota Permi (Persatuan Muslimin Indonesia) yang berhaluan Islam dan nasionalisme, dan duduk sebagai anggota Pengurus Besar.
Read the rest of this entry »




Mohammad Natsir

29 12 2007

Mohammad Natsir merupakan seorang pejuang yang konsisten dalam memegang prinsip perjuangan, beliau putra kelahiran Alahan Panjang, Kabupaten Solok, Sumatra Barat 17, Juli 1908, dengan gelar Datuk Sinaro Panjang. Kiprah Natsir sebagai tokoh intelektual, politikus, pemimpin negara, maupun tokoh dunia islam yang terkemuka di abad ini tak pernah selesai menjadi buah pembicaraan. Padahal dari segi asal-usul dan fisiknya, Natsir hanyalah orang biasa dengan temperamen yang lemah lembut bicara penuh sopan santun dan kadang-kadang gemar bercanda dengan siapa saja yang menjadi teman bicaranya. Read the rest of this entry »




Agus Salim

29 12 2007

Ketika lahir, orang tuanya memberi nama Masyhudul Haq. Namun, kemudian masyarakat luas lebih mengenalnya sebagai Haji Agus Salim. Ia adalah pahlawan nasional pemegang tiga tanda jasa anumerta: Bintang Mahaputera Tingkat I (1960), Satyalencana Peringatan Perjuangan Kemerdekaan (1961), dan Pahlawan Kemerdekaan Nasional (1961). Panggilan ‘Gus’ itu Datang dari Pelayan
Ketika lahir, orang tuanya memberi nama Masyhudul Haq. Namun, kemudian masyarakat luas lebih mengenalnya sebagai Haji Agus Salim. Ia adalah pahlawan nasional pemegang tiga tanda jasa anumerta: Bintang Mahaputera Tingkat I (1960), Satyalencana Peringatan Perjuangan Kemerdekaan (1961), dan Pahlawan Kemerdekaan Nasional (1961).
Read the rest of this entry »




Mohammad Hatta

29 12 2007

Sang Proklamator
Mohammad Hatta lahir pada tanggal 12 Agustus 1902 di Bukittinggi. Di kota kecil yang indah inilah Bung Hatta dibesarkan di lingkungan keluarga ibunya. Ayahnya, Haji Mohammad Djamil, meninggal ketika Hatta berusia delapan bulan. Dari ibunya, Hatta memiliki enam saudara perempuan. Ia adalah anak laki-laki satu-satunya
Sang Proklamator
Mohammad Hatta lahir pada tanggal 12 Agustus 1902 di Bukittinggi. Di kota kecil yang indah inilah Bung Hatta dibesarkan di lingkungan keluarga ibunya. Ayahnya, Haji Mohammad Djamil, meninggal ketika Hatta berusia delapan bulan. Dari ibunya, Hatta memiliki enam saudara perempuan. Ia adalah anak laki-laki satu-satunya.
Sejak duduk di MULO di kota Padang, ia telah tertarik pada pergerakan. Sejak tahun 1916, timbul perkumpulan-perkumpulan pemuda seperti Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Minahasa. dan Jong Ambon. Hatta masuk ke perkumpulan Jong Sumatranen Bond.
Read the rest of this entry »




Aisyah Aminy, SH

28 12 2007

Perempuan Baja Vokalis Senayan
Di saat dunia politik dimonopoli kaum laki-laki, ia tampil ke depan. Bukan saja seorang parlementarian yang terampil berdebat, ia juga seorang pejuang gender yang tak kenal lelah. Siapapun yang melek politik, pasti mengenal nama Hj. Aisyah Aminy, SH, di kancah perpolitikan Tanah Air. Bertahun-tahun berkecimpung di dunia partai dan legislatif, perempuan ini punya banyak nama julukan. Singa Betina dari Senayan, Perempuan Baja dari Senayan, Vokalis DPR dan sebagainya. Politisi wanita kawakan dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menerima anugerah Bintang Jasa Utama dari pemerintah pada HUT Kmerdekaan RI ke-59 17 Agustus 2004. Walau sudah memasuki usia anugerah di atas 70 tahun, wanita kelahiran Padang Panjang, Sumatera Barat 1 Desember 1931 ini masih tetap lantang memperjuangkan memperjuangkan aspirasi rakyat yang diwakilinya termasuk jatah kuota 30 persen perempuan di parlemen. Dia, bersama tokoh-tokoh wanita lainnya mendirikan Kaukus Perempuan untuk tujuan dimaksud. Read the rest of this entry »




Azwar Anas

28 12 2007

Azwar Anas, Niniak Mamak dan Prajurit yang Senantiasa Berjuang

Oleh : Aulia Postiera
azwar_anas.jpg(dalam rangka pembuatan Buku “GET UR DREAM”)

Tak dapat dipungkiri bahwa Ir. H. Azwar Anas Dt. Rajo Sulaiman,
Letjen (Purn), adalah salah satu putra terbaik ranah minang yang
telah banyak berjasa bagi pembagunan di Sumatera Barat dan cukup
dikenal seantero negri ini. Di usianya yang sudah mencapai 73 tahun,
Pak Azwar masih tampak segar, kuat dan bersemangat. Dengan
pembawaannya yang selalu tenang, simpatik dan berwibawa membuatsiapapun yang memandangnya menaruhkan rasa hormat dan kagum. Hal ini penulis rasakan ketika melakukan wawancara eksklusif di kediaman beliau di salah satu kawasan elite ibukota pada hari Senin, 27 September 2004. Dalam wawancara yang berlangsung cukup santai, Pak Azwar tampil cukup sederhana dengan baju koko dan kopiah itu membuka
pembicaraan dengan menceritakan kisah hidupnya.

Read the rest of this entry »