AR Sutan Mansyur

27 12 2007

Ranah Minang pernah melahirkan salah seorang tokoh besar Muhammadiyah, yaitu Ahmad Rasyid Sutan Mansur. Ia lahir di Maninjau, Sumatera Barat pada Ahad malam Senin 26 Jumadil Akhir 1313 Hijriyah yang bertepatan dengan 15 Desember 1895 Masehi. Ia anak ketiga dari tujuh bersaudara yang merupakan karunia Allah pada kedua orang tuanya, yaitu Abdul Somad al-Kusaij, seorang ulama terkenal di Maninjau, dan ibunya Siti Abbasiyah atau dikenal dengan sebutan Uncu Lampur. Keduanya adalah tokoh dan guru agama di kampung Air Angat Maninjau.
Read the rest of this entry »





Assaat

27 12 2007

Mr. Assaat kelahiran Kubang Putih Banuhampu, wafat pada 16 Juni 1976, dan beliau orang sumando Sungai Pua, menikah dengan Roesiah, wanita Sungai Pua di Rumah Gadang Kapalo Koto, yang telah meninggalkan beliau pada 12 Juni 1949, meninggalkan dua orang putera dan seorang puteri.

Sekitar tahun 1946-1949, di Jalan Malioboro Yogyakarta sering terlihat seorang berbadan kurus semampai berpakaian sederhana sesuai dengan irama revolusi.Terkadang ia berjalan kaki, kalau tidak bersepeda menelusuri Malioboro menuju ke kantor KNIP tempatnya bertugas. Orang ini tidak lain adalah Mr. Assaat, yang selalu menunjukkan sikap sederhana berwajah cerah dibalik kulitnya kehitam-hitaman. Read the rest of this entry »





Abdul Muis

27 12 2007

Abdul Muis

abdul_muis.jpgMasa kecil Abdul Muis dikenal sebagai pemberani seperti ayahnya, tetapi ia juga membandel, hingga tak jarang kena disiplin orang tua. Pernah suatu ketika ia harus menjalani hukuman tendang sang ayah dan kerja bakti membersihkan kotoran kerbau di jalan. Si terhukum tetap tenang tanpa mengeluh. Demikian tutur petani desa Kapalo Koto Sungai Puar, 8 km dari Bukit Tinggi, tempat kelahiran Abdul Muis.
Ayahnya Sulaiman. Orang tua yang keras mendidik itu terkenal di Luhak (kabupaten) agam dengan gelar Datuk Tumanggung Gadang. Ia Laras untuk kelarasan Sungai Pua yang mencakup empat nagari yaitu : Sariak, Sungai Pua, Batagak dan Batu Palano. Read the rest of this entry »





Anwar St Saidi

27 12 2007

Ditulis oleh Suryadi
Sejarah Entrepreneurship Minangkabau: Anwar St. Saidi Putra Minang penggagas Bank Nasional
Orang Minang memang pedagang tulen dari dulu, tapi mereka pakai sistem tradisional: uang dan emas disimpan dalam peti atau karung, disembunyikan di tempat yang aman di kedai atau di rumah. Jarang yang mau berurusan dengan bank dan asuransi. Jika terjadi kebakaran, misalnya, uang dan harta benda mereka bisa licin tandas dilalap “sigulambai”, seperti dicatat dalam Kitab Sjair Pasar Kampoeng Djawa Padang terbakar pada 5 Juli 1904 oleh Mohamad Thahar galar Radja Mangkoeta (Padang: De Volharding, 1906): Habis segala barang dagangan / oeang dan emas beriboe etongan / tidak berapa dapat pertoeloengan / menjadi aboe sampai bilangan (hal.2). Namun, di tahun 1930-an muncul gagasan dari seorang putra Minang untuk mendirikan bank guna memajukan usaha perdagangan dan perekonomian urang awak. Siapa dia kalau bukan Anwar St. Saidi.
Lahir di Sungai Puar tanggal 19 April 1910, pendidikan formal Anwar St. Saidi tidaklah tinggi benar: setelah tamat sekolah dasar 5 tahun (Goevernement 2de klas) di Payakumbuh,

Read the rest of this entry »