Aisyah Aminy, SH

28 12 2007

Perempuan Baja Vokalis Senayan
Di saat dunia politik dimonopoli kaum laki-laki, ia tampil ke depan. Bukan saja seorang parlementarian yang terampil berdebat, ia juga seorang pejuang gender yang tak kenal lelah. Siapapun yang melek politik, pasti mengenal nama Hj. Aisyah Aminy, SH, di kancah perpolitikan Tanah Air. Bertahun-tahun berkecimpung di dunia partai dan legislatif, perempuan ini punya banyak nama julukan. Singa Betina dari Senayan, Perempuan Baja dari Senayan, Vokalis DPR dan sebagainya. Politisi wanita kawakan dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menerima anugerah Bintang Jasa Utama dari pemerintah pada HUT Kmerdekaan RI ke-59 17 Agustus 2004. Walau sudah memasuki usia anugerah di atas 70 tahun, wanita kelahiran Padang Panjang, Sumatera Barat 1 Desember 1931 ini masih tetap lantang memperjuangkan memperjuangkan aspirasi rakyat yang diwakilinya termasuk jatah kuota 30 persen perempuan di parlemen. Dia, bersama tokoh-tokoh wanita lainnya mendirikan Kaukus Perempuan untuk tujuan dimaksud. Read the rest of this entry »




Azwar Anas

28 12 2007

Azwar Anas, Niniak Mamak dan Prajurit yang Senantiasa Berjuang

Oleh : Aulia Postiera
azwar_anas.jpg(dalam rangka pembuatan Buku “GET UR DREAM”)

Tak dapat dipungkiri bahwa Ir. H. Azwar Anas Dt. Rajo Sulaiman,
Letjen (Purn), adalah salah satu putra terbaik ranah minang yang
telah banyak berjasa bagi pembagunan di Sumatera Barat dan cukup
dikenal seantero negri ini. Di usianya yang sudah mencapai 73 tahun,
Pak Azwar masih tampak segar, kuat dan bersemangat. Dengan
pembawaannya yang selalu tenang, simpatik dan berwibawa membuatsiapapun yang memandangnya menaruhkan rasa hormat dan kagum. Hal ini penulis rasakan ketika melakukan wawancara eksklusif di kediaman beliau di salah satu kawasan elite ibukota pada hari Senin, 27 September 2004. Dalam wawancara yang berlangsung cukup santai, Pak Azwar tampil cukup sederhana dengan baju koko dan kopiah itu membuka
pembicaraan dengan menceritakan kisah hidupnya.

Read the rest of this entry »





Awaloeddin Djamin (Jend Pol (Purn) Prof. Dr. MPA)

28 12 2007

Polisi Pertama Bergelar Profesor Doktor
Meskipun telah lama pensiun dari dinas kepolisian, Awaloeddin tetap memperhatikan intitusi yang telah membesarkan namanya. Awaloeddin pun kerap memberi masukan atau kritik, diminta atau tidak, kepada para petinggi Polri. Awaloeddin memang salah seorang polisi yang intelek. Ia adalah polisi pertama di Indonesia yang mendapat gelar profesor doktor. Pada 12 Juni 1982, ia dikukuhkan sebagai guru besar tidak tetap pada Fakultas Ilmu-Ilmu Sosial Universitas Indonesia. Pidato pengukuhannya berjudul Praktek Administrasi Negara Republik Indonesia dan Perkembangan Ilmu Administrasi.
Menurutnya, kemampuan Polri kini sangat tidak memadai, baik dalam hal jumlah, profesionalisme, kecanggihan peralatan dan sebagainya. Sehingga berbagai kasus kejahatan mulai dari uang palsu, narkoba, dan teror bom, sangat sukar dibongkar oleh Polri.
Read the rest of this entry »




Emil Salim

28 12 2007

Mencari Kearifan Masa Lalu
Ia memiliki kecerdasan, daya analisa dalam mengambil kesimpulan, penyampaian pendapat dan beragumentasi. Keterbukaan sikap dan keterusterangannya menempatkannya menjadi seorang pribadi yang disenangi banyak orang. Ia termasuk salah seorang peletak dasar ekonomi Orde Baru yang dijuliki “Berkeley Mafia” yang dikenal lurus dan bersih. Menurut mantan guru besar FE-UI ini, keliru besar jika sarjana ekonomi kemudian jadi koruptor. Sarjana ekonomi harus berpikir, bekerja, dan mengabdi dengan landasan hati nurani.
Read the rest of this entry »