MOCHTAR NAIM

29 04 2008

Sosiolog bergelar doktor dari Universitas Singapura ini dikenal sebagai ahli Minangkabau. Tampil dalam Seminar Disiplin Nasional di Universitas Andalas, September 1983, membawakan makalah ”Konsep Disiplin dalam Kebudayaan Minangkabau”, Mochtar Naim mendapat tanggapan ramai. Di sana ia membagi konflik, yang konon dahulu sudah ada di Nusantara, dalam dua kubu: kekuatan antipoda budaya M dan J.

Ciri pola budaya M (bisa diduga: Minangkabau), katanya, berorientasi horisontal, egaliter, sentrifugal, dan sinkretis. Pada budaya J (Jawa, tentu) pola budaya lokal yang mengarah ke kutub ini jumlahnya lebih banyak dan lebih dominan — episentra disiplin harus dicari pada orang-orangnya, dan dalam nilai budaya yang membentuk peri laku mereka.

Lalu, di mana berada berbagai masyarakat budaya Nusantara lainnya? ”Dalam konteks polarisasi kebudayaan N (Nusantara) ini, dapat diperkirakan bahwa mereka berada di antara kedua kutub J dan kutub M,” katanya. Konsep dua pola budaya utama di Nusantara ini memang pernah dikemukakan Mochtar pada kesempatan yang lain, misalnya dalam Seminar Internasional tentang Kesusastraan dan Kebudayaan Minangkabau di Bukittinggi, September 1980.

Masa kecil ilmuwan dari Sungaipenuh, Sumatera Barat, ini cukup sengsara. ”Saya lahir sungsang,” tutur Mochtar. Ketika ia berusia lima tahun, ibunya meninggal saat melahirkan (juga dengan sungsang) adiknya. Ternyata, cobaan belum cukup. Ayahnya, seorang pedagang kecil, yang menduda, lalu pergi dan menikah kembali.

Read the rest of this entry »





M. Djamil Datuk Rangkayo Tuo (Dr)

29 04 2008

Oleh : Kamardi Rais Dt. Panjang Simulie

Mengenang seorang Pejuang Gubernur “Lipat”Dr. M. Djamil Datuk Rangkayo Tuo seorang pejuang kemerdekaan Republik Indonesia di Sumatra Barat. Beliau adalah mantan Ketua Komite Nasional Indonesia (KNI) Daerah, mantan Residen Sumatra Barat, dan mantan Gubernur Muda Sumatra Tengah pada tahun-tahun awal kemerdekaan.

Dalam mengenang tokoh pejuang ini, tak dapat tidak, haruslah kita melihat kembali potret dari suasana daerah kita setelah lonceng kemerdekaan berdentang pada tanggal 17 Agustus 1945 sampai ke pemulihan kedaulatan R.I. pada tahun 1949.

Sebetulnya, peristiwa jatuhnya bom Atom di Kota Nagasaki dan Hiroshima (11 dan 14 Agustus 1945) sudah banyak juga diketahui oleh umum di daerah kita. Bahwa pada akhirnya Perang Dunia II itu akan dimenangkan oleh Sekutu, nyatanya memang benar. Pada tanggal 14 Agustus 1945 Jepang bertekuk lutut kepada Sekutu.

Read the rest of this entry »





Rohana Kuddus

22 04 2008

Rohana Kuddus lahir di Koto Gadang, Bukit Tinggi pada tanggal 20 Desember 1884 dan meninggal dunia pada tanggal 17 Agustus 1972. Rohana Kuddus adalah anak pertama pasangan Moehammad Rasjad Maharadja Soetan dan Kiam. Rohana Kuddus adalah kakak tiri dari Sutan Syahrir.
Perjuangan Rohana Kuddus dalam memajukan kaum wanita sangatlah nyata, tidak seperti wanita lain yang hanya berani bicara dan menulis tentang persamaan hak wanita dan perluasan kesempatan bagi kaum wanita tetapi menyerah dan menjadi korban (kalau tidak bisa dibilang pelestari) tradisi dan adat yang ditentangnya itu. Rohana Kuddus harus pergi dari kampung halamannya ke Medan untuk meneruskan perjuangannya bagi kaum wanita karena banyaknya ketidaksetujuan orang sekampungnya akan tujuan perjuangannya.
Read the rest of this entry »





Ahlul Faradish Resha

22 04 2008

Programer blog situs porno

Oleh Maryulismax (http://maryulismax.wordpress.com)

SOAL memblokir situs porno, sebenarnya urang Minang patut berbangga. Jauh sebelum Menkominfo M Nuh memproklamirkan pernyataan bakal memblok situs orang dewasa itu, jauh-jauh hari ranah Minang telah “melahirkan” seorang anak brilian yang mampu membikin software pemblokir situs itu. Dialah Ahlul Faradish Resha kelahiran Payokumbuah, 8 Juni 1985 yang kini menimba ilmu di Universitas Gajah Mada (UGM) Jogjakarta.
Ahlul telah membikin software yang disebutnya site blocker. Software ini termasuk sepuluh nominator dan mendapatkan anugerah penghargaan Youth National Science and Technology dalam Festival Pemuda Berprestasi 2006 Bidang Iptek berbasis Imtaq yang diselenggarakan Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga. Meraih penghargaan Pemuda berprestasi 2006, dan karena bikin pengembangan dari software tersebut, akhirnya pada tahun 2007 pas hari sumpah pemuda dia dianugrahi penghargaan khusus bagi pemuda di bidang teknologi informasi dan komunikasi oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga RI.
Read the rest of this entry »





LUKMAN HARUN

17 04 2008

Pulang umrah dari Tanah Suci, Mei 1984, Lukman Harun membawa cerita murung. Dari informasi masyarakat Indonesia (mahasiswa, sopir, pembantu rumah tangga) di Arab Saudi, bekas Sekjen Partai Muslimin Indonesia itu berkesimpulan, 80% tenaga kerja wanita Indonesia di sana diperlakukan tidak semena-mena. Lukman lalu mengimbau agar pengiriman TKW ke luar negeri dihentikan.

Inilah yang diramaikan oleh pers Indonesia. Menteri Tenaga Kerja Sudomo, yang langsung menanggapi, menuding Lukman membuat pernyataan tidak bertanggung jawab — sambil mempertanyakan apakah pernyataan itu memiliki motif politik tertentu. Juru bicara Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu membantah. ”Hanya untuk menarik perhatian, dengan maksud kemanusiaan,” kata Lukman, yang pada 1971 berhenti sebagai anggota DPRGR/MPRS karena di- recall.

Read the rest of this entry »





Deslenda

17 04 2008

Koreografer dan Penari

Sebagai seorang penata tari, yang sudah lama berkecimpung di dunia tari, Deslenda telah banyak menggarap karya tari yang antara lain Garak Tradisi Garik Kontemporer (1993), Kaji (1995), Tuduang (1997), Gading Bertuah Dari Bonjol (1999), Kancah Bara Sawah Lunto (2002), untuk pementasan dalam bentuk festival ataupun pertunjukan kolosal.

Penghargaan yang telah didapat berupa penghargaan Gedung Kesenian Jakarta Award (1997) untuk kategori tari kontemporer Indonesia yang kemudian karya tari tersebut ditampilkan pula pada The Jakarta Internasional Festival of Performing Art.

Read the rest of this entry »





ZAKIAH DARADJAT

16 04 2008

Pandai, dengan nilai rata-rata 9, matematika malah 9,5, kemauan belajar Zakiah keras. Tiba di Yogyakarta setamat SMA, 1951, ia mendaftar di dua perguruan sekaligus. Keduanya lulus tes, baik di Fakultas Tarbiyah, Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN), maupun di Fakultas Hukum, Universitas Islam Indonesia (FH UII). Keduanya ia masuki.

Saat duduk di tingkat III, Zakiah pulang ke desa kelahirannya, Koto Merapak, Bukittinggi, Sumatera Barat. Mendengar ia memborong dua perguruan sekaligus, bekas guru SMP- nya menasihatinya agar memilih satu saja. ”Kamu jangan terlalu memaksa belajar, nanti sakit,” kata ibunya. Dosennya di PTAIN juga pernah mengatakan: kuliah bersamaan di dua tempat itu susah. Akhirnya, si sulung bersaudara 10 itu menurut.

Read the rest of this entry »





Mestika Zed

12 04 2008

Meluruskan dan Mengingatkan Sejarah

Oleh: Syofiardi Bachyul Jb/PadangKini.com
UpayMestika Zeda ‘meluruskan’ peran penting Sumatera, khususnya Sumatera Barat, dalam sejarah Indonesia adalah salah satu usaha Metika Zed. Usaha lainnya adalah selalu mengingatkan bangsa ini terhadap sejarah yang selalu mudah dilupakan, dan ikut memberantas korupsi.
Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI), Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI), dan sejarah Giyugun Sumatera, merupakan tiga peristiwa penting dalam sejarah Indonesia yang berpusat di Bukittinggi dan Padang (Sumatera Barat) yang diabaikan dan bahkan mendapat tempat tak terhormat dalam sejarah Indonesia.
Ketiga peristiwa ini, menurut Mestika, adalah bentuk nyata pengabaian Jakarta terhadap peran historis daerah.
Read the rest of this entry »





Yunus Husein

8 04 2008

Yunus Husein, Putra daerah Malalo Solok ini dilahirkan 29 Desember 1956 di Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Pendidikan SD, SMP dan SMA diselesaikan di Mataram. Memperoleh Sarjana Hukum dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia (1981), Master of Laws (LL.M) dalam International Legal Studies dari Washington College of Law, The American University, Washington D.C. USA (1986), dan memperoleh Doktor dalam bidang Ilmu Hukum dari Universitas Indonesia (2003). Pendidikan tambahan antara lain: Kursus Pemeriksa Bank, Bank Indonesia Jakarta (1983), Kursus Perancangan Peraturan Perundang-undangan Departemen Kehakiman, Jakarta (1898), Kursus Prudential Regulation of Banking System, IMF, Singapore, Regional Training Institute (1999).
Read the rest of this entry »