Menghidupkan Kembali Tenun Pandai Sikek
Oleh: Syofiardi Bachyul Jb/Padangkini.com
Di zaman serba pabrikasi seperti sekarang, termasuk dalam pembuatan kain untuk pakaian, pasti banyak orang yang tidak percaya bahwa pembuatan kain dengan menggunakan keterampilan tangan dan alat sederhana dalam menenun masih ada dan tetap berkembang sampai saat ini.
Tetapi tidak begitu halnya di Pandai Sikek, sebuah nagari (setingkat desa) di Kabupaten Tanah Datar yang terletak di kaki Gunung Singgalang, di kiri jalan raya 10 km menjelang Bukittinggi dari Padang.
Di Pandai Sikek yang udaranya dingin itu, saat ini terdapat 27 pengusaha tenun (sering disebut songket atau tenunan yang bersulam benang emas atau perak) dengan 857 penenun yang umumnya perempuan muda. Rata-rata dalam satu bulan, seorang penenun bisa menghasilkan selembar kain (untuk sarung) atau selendang dengan motif paling sederhana.
Pandai Sikek merupakan satu dari tujuh nagari di Minangkabau yang masyarakatnya secara turun-temurun sejak ratusan tahun terkenal sebagai perajin tenun. Nagari lain adalah Pitalah dan Sungayang (Tanah Datar), Silungkang (Sawahlunto), Kotogadang (Agam), Koto Nan Ampek dan Kubang (Limapuluh Kota). Aktivitas perajin ini berkaitan dengan supplay untuk pakaian upacara adat, seperti melantik penghulu, pesta perkawinan, dan sebagainya.
Read the rest of this entry »













Recent Comments