Minangkabau Berduka

9 10 2009

Menyalurkan bantuan lewat www.cimbuak.net

minangberdukaAssalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarrakatuh

Innalillaahi Wainnailaihirooji’uun

Tanggal 30 September 2009 pukua 17:16 Wib, Gampo dengan kakuatan 7,6 SR kumbali mangguncang Ranah Minang.

Untuak mambantu dunsanak kito di kampuang,cimbuak memfasiltasi dengan mambuka Dompet Bantuan Musibah Gampo untuak di serahkan ka kampuang halaman.

Bagi dunsanak nan akan memberikan sumbangan, dapek di salurkan melalui :

Untuk Penyaluran Sumbangan

Bank Mandiri :

Yayasan palanta Cimbuak

Bank mandiri cab. Sarinah

No.rek. 103-0004.9210-17

Kode SWIFT Bank Mandiri (untuk sanak yang berada diluar negeri) : BEIIIDJA

atau

Bank BCA :

RENY MUSTIKA

No Rek :777 0402 802

BCA KCU DAGO

Untuk memudahkan bagi Panitia, bagi penyumbang yang melalui Bank BCA dan Bank Mandiri, mohon di tambahkan angka 009, sebagai indetifikasi Sumbangan Bantuan Gempa Sumbar, contoh : Anda akan menyumbangkan Rp. 10.000,- maka mohon di transfer sebanyak Rp. 10.000,009. Terima Kasih

atau melalui

paypal

Paypal melalui email webmaster [at] cimbuak. net

* untuk yang mengirimkan lewat paypal harap konfirmasi di comment dibawah

Untuk konfirmasi donasi :

Lelo : 0818-274 670

Bagi dunsanak nan alah mengirim sumbangan mohon ditulih katerangan “Bantuan Gempa Sumbar”

Mari berlomba-lomba berbuat kebaikan.

Barek Samo Dipikua, Ringan Samo Dijinjiang





dr. Rasidin

16 09 2009

dr. Rasidin Diangkat Sebagai Walikota Padang (Minangkabauonline.com)

Oleh: Erison A.W.

Keluarga dr. Rasidin

“Nalo peri libertum quam quitum servicium. (Lebih baik menderita dalam alam kemerdekaan, daripada hidup mewah dalam alam penjajahan). Tulis itu dibagian putih bendera kita!,” kata dr. Rasidin kepada seorang pemuda bernama M. Akhir menjelang pelaksanaan caese fire, penghentian tembak menembak antara tentara republik dengan tentara Belanda tahun 1949.

M. Akhir waktu itu menemui dr. Rasidin atas perintah Mayor Anas Karim yang minta tolong dibuatkan bendera merah putih untuk dikibarkan pada upacara peringatan 4 tahun Kemerdekaan RI di pedalaman Padangpanjang. Menurutnya, bendera tersebut akan dibawa pasukan kita waktu memasuki kota , sebab di pendalaman tidak dapat diperoleh kain merah.

Sang Saka Merah Putih yang dipesan Mayor Anas Karim itu, dijahit oleh istri dr. Rasidin yang akrab dipanggil Umi Cum. Selesai Umi Cum membuat bendera, lalu diseludupkannya ke Peninjauan, tempat kedudukan para tentara kita. Dan bendera itu dikibarkan buat pertama kali di Kota Padangpanjang.

Read the rest of this entry »





Rusli Marzuki Saria

21 08 2009

Maestro Sastra dari Riwayat Keparewaan

thumb_Rusli Marzuki Saria papaBila diriku siuman dari pemberontakan

Tidak terkatakan sesal sebab kemalangan
Kudukung di punggung lainnya berceceran
Semua takdir kita yang punya
(Sajak Rusli Marzuki Saria: Yang Tak Lupa)

Rusli Marzuki Saria (76) Papa-nya sastra[wan] Sumatera Barat. Telah dinobatkan sebagai Maestro Sastra oleh Dewan Kesenian Sumatera Barat. Setidaknya 50 tahun terakhir, kiprah kepenulisan Papa menjadi bagian penting pergulatan sastra Indonesia. Rentang waktu itu, telah ia dedikasikan bagi kesusastraan dengan semangat parewa Minang yang sarat perjuangan.

Sebagai seorang pekarya, Papa mengaku, disiplin kreatifnya sering dibangkitkan oleh ungkapan dari John Keats: My Imagination is a monastery and I am its monk (Imajinasiku adalah biara dan aku adalah biarawannya). Jadi seorang penyiar, barangkali bukan tujuan hidupnya. Tetapi syair yang terus ia tulis telah memberinya makna hidup itu.

Dalam narasi yang disusun Abel Tasman untuk film dokumenter tentang Papa, diuraikan, bahwa puisi-puisi Papa dimuat dalam berbagai media yang ada di Indonesia sejak tahun 1950-an. Abel menggambarkan idealisme Papa dengan ungkapan Umar bin Khatab: Ajarilah anakmu sastra, agar ia menjadi pemberani.

Keberanian yang dicontohkan Papa, terlihat jelas sejak ia sering tampil dalam berbagai pentas pembacaan puisi di berbabagai kota di tanah air. Pada 22 Juni 1981, atas undangan Dewan Kesenian Jakarta, Papa membacakan 65 pusinya di Taman Ismail Marzuki Jakarta. Iven pembacaan dan diskusi puisi ini menjadi momentum penting dalam riwayat kepenyairan Papa sebagai seorang sastrawan nasional yang tinggal di daerah. Dalam ajang inilah para sastrawan dan kritikus sastra nasional mengakui keberadaan Papa sebagai seorang penyair.

Papa lahir di Nagari Kamang Mudik, kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam, pada tanggal 26 Januari 1936. Ayahnya bernama Marzuki”seorang kepala nagari yang juga punya usaha bendi dan pembuatan sadah. Ibunya bernama Sarianun. Marzuki mempunyai 23 orang istri, Sarianun”ibunya Papa adalah istrinya yang ketujuh. Sebagai seorang anak, pada tahun 1942 Papa memulai jenjang pendidikan formal dengan memasuki Sekolah Rakyat (Volkschool).

Read the rest of this entry »





Syamsir Alam, Anak Balingka yang Haus Gol

25 07 2009

ifmxdc

Syamsir Alam, goal getter tim SAD Indonesia dalam Quinta Division Uruguay 2008/2009, ternyata adalah anak “Rang Balingka” Kabupaten Agam. Nun, jalan menuju kelok 44 yang terkenal panorama alamnya di Sumatra Barat, sambil menyaksikan kemilau air danau Maninjau.

Pemain kelahiran 6 Juli 1992 ini, dalam kompetisi Quinta Division U-17 Liga Uruguay yang telah dijalaninya, acap kali menciptakan gol untuk kesebelasannya. Produktifitas Syamsir memang tercipta berkat penampilan briliannya dalam setiap pertandingan.

Sementara pada putaran pertama, dari 23 pertandingan yang dilaksanakan, Syamsir Alam juga telah mengoleksi 10 gol selama kompetisi putaran pertama tahun 2008 lalu, disusul Shalan Shodiq dengan 5 gol, hingga total gol yang telah diraihnya selama kompetisi Quinta Division berjumlah 14 gol, sementara untuk putaran pertama ini anak sulung dari Edinas Sikumbang,SH yang pengacara kondang di Jakarta dan berkantor di Menara Sudirman ini, baru mencetak satu gol waktu menjebol tim Racing, Awal April 2009 lalu.

Sehingga tidak mengherankan jika dari hasil analisa pelatih Cesar Payovich, performa Syamsir selalu mendapatkan nilai lebih. Dalam dua laga awal bahkan Cesar memberikan nilai 9 untuk aksi pemain bernomor punggung 10 ini.

“Dari segi fisik dan teknik, Syamsir Alam saat ini memang yang terdepan diantara pemain SAD yang lain. Kemampuan dribel dan pergerakan tanpa bolanya sangat baik. Saya harap ia terus tekun berlatih dan mampu mengambil pelajaran dari ketatnya persaingan di Liga Uruguay. Yang penting, jangan pernah merasa sombong dan puas diri,” komentar Cesar Payovich.

Dalam skema permainan Cesar Payovich, Syamsir Alam yang di akhir putaran pertama sering dimainkan sebagai gelandang serang yang bermain di belakang dua striker dalam pola 4-3-1-2, sejak dua pertandingan terakhir lebih dimaksimalkan sebagai striker bersama Alan Martha.

Read the rest of this entry »





H. Suhatman Iman

24 07 2009

Padang-Today.com

Legenda Sepakbola Indonesia Impikan Bangsa yang Sportif

suhatmanUcapan sederhana itu mampu membuat airmata Suhatman menetes. Ia membayangkan sepakbola Indonesia bisa bangkit dan mensejajarkan diri dengan sepakbola dunia. Namun, impian itu bagai api yang jauh dari panggang. Banyak persoalan yang membayangi sepakbola Indonesia. Mulai dari manajemen, pendidikan untuk pemain, sampai soal pelatih.

Tanggungjawab Pelatih Sampai ke Akhirat

Ia mencontohkan PSP Padang, kesebelasan tradisional Sumatra Barat. Sejak dulu, Suhatman melihat organisasi PSP tidak dikelola dengan baik. Tidak ada pengurus yang bisa mengelola PSP dengan baik. Sehingga prestasi kesebelasan Urang Awak itu tidak pernah sampai pada puncak.

Ketika PSP didanai APBD berbondong-bondong orang menjadi pengurus. Sekarang, begitu sebuah kesebelasan diharamkan memakai dana pemerintah, tak satu pun pengurus muncul, sindirnya keras.

Read the rest of this entry »





Dr. Ir. Puti Reno Raudhatul Jannah Thaib, M.Si

22 05 2009

Oleh : Yusrizal KW / http://padang-today.com

Memaknai Hidup Dengan Kearifan Keluarga

thumb_raudah thaibIbunya, Puti Reno Disma Yang Dipertuan Gadih Gadang, suka mengajukan pertanyaan pada dirinya, yang kemudian dinilainya sangat berarti. Ayahnya, Muhammad Thaib Datuk Penghulu Basa, seorang guru sejarah dan bahasa Inggris, suka menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukannya. “Dari ibu saya mewarisi kegemaran bertanya sebagai perwujudan ingin tahu, dari ayah saya mendapatkan pengetahuan agama, sejarah, alam semesta, sorga dan neraka sebagai jawaban pengetahuan,” katanya, sembari tersenyum. Ia kemudian menyebut kedua orangtuanya sama-sama keturunan dari keluarga Ahli Waris Daulat Yang Dipertuan Raja Pagaruyung.

Ia bernama lengkap, Puti Reno Raudhatul Jannah Thaib Yang Dipertuan Gadih Pagaruyung. Puti Reno di depan namanya, merupakan nama keluarga yang mengikuti garis matrilineal dari keturunan Daulat Yang Dipertuan Raja Pagaruyung. Raudhatul Jannah, berarti taman sorga. Thaib, nama sang ayah, yang berarti baik. Sedangkan Yang Dipertuan Gadih Pagaruyung, gelar yang diwariskan secara turun temurun menurut garis matrilinial. “Gelar itu telah diwariskan kepada kami, enam orang anak perempuan di dalam kaum Ahli Waris Daulat Yang Dipertuan Raja Pagaruyung, sewaktu ibu kami Puti Reno Disma Yang Dipertuan Gadih Gadang mangkat 10 Juni 2007 lalu,” terang perempuan yang memiliki sapaan hangat, Upik. Di kalangan kaum intelektual, terutama masyarakat kebudayaan, ia popular dengan nama yang semasa SMA dipendekkannya menjadi Raudha Thaib.

Read the rest of this entry »





Nofrins

9 04 2009

Nofrins, di Balik Geliat Pariwisata Sumbar

nofrins“Kacamata” baru tentang kampung halaman diperoleh Nofrins justru setelah dia lama merantau ke luar Sumatera Barat. Keelokan alam yang merupakan potensi pariwisata di tanah kelahiran itu baru disadari setelah dia mengunjungi daerah dan negara tetangga.

Kesadaran itu meresahkan pemilik nama lengkap Yulnofrins Napilus. Ketika tak banyak orang yang menjadikan keresahan itu sebagai pendorong tindakan nyata, dia termasuk “tangan tak terlihat” yang ikut memajukan pariwisata Sumbar.

Berawal dari hobi memotret, Nofrins lantas mengoleksi foto-foto keindahan panorama Sumbar, mulai dari pantai, pegunungan, dan obyek-obyek wisata lain di Sumbar.

Memanfaatkan keahlian kawan membuat situs, dia merancang situs yang berisi foto-foto berobyek alam Sumbar. Mula-mula, hanya foto jepretan kameranya serta beberapa koleksi kawan yang terpajang di situs west-sumatra.com tersebut.

Nofrins lalu menggandeng teman dan kenalan fotografer dari luar Sumbar untuk datang dan memotret daerah ini. “Saya ingin orang dari luar Sumbar yang memotret karena mereka umumnya bisa melihat hal menarik yang selama ini dipandang biasa-biasa saja oleh orang Sumbar,” ujar Nofrins yang meninggalkan Sumbar sejak kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Kini, situs yang dirintis tahun 2005 itu ramai diisi oleh fotografer dari berbagai daerah. Orang asli Sumbar pun banyak yang memasukkan foto ke situs ini. Setiap ada acara di Sumbar, Nofrins mengabari para pembidik foto agar ikut mengabadikan momen yang nantinya ditayangkan di situs itu.

Read the rest of this entry »





Sjamsir Sjarif

31 03 2009

Santa Cruz stories: Sjamsir Sjarif – Swimming is his life, one lap at a time
By Ann Parker – Sentinel correspondent
20090330_033156_30sswimmer_300As is his birthday custom, Sjamsir Sjarif will swim 74 laps on his 74th birthday, April 18. (Shmuel Thaler/Sentinel)

On April 18, Sjamsir Sjarif will once again celebrate his birthday by swimming his age: one lap for each year. That means 74 laps this year, more than two miles. It’s a ritual he has performed on every birthday since he turned 47.

But it’s much more than just exercise.

“I’m not just counting laps,” Sjarif says. “I’m reviewing my life.”

Read the rest of this entry »





Andrinof A. Chaniago

17 02 2009

MBM FORUM Keadilan/No. 41/09-15 Februari 2009

Ketua Umum Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (PERSEPI)

Dari Penjaja Kue Ke “Profesor” Survei

andrinofKetekunannya dalam mendefenisi kerangka kalimat dan angka, telah mengubah segalanya. Satu riset yang ia tekuni telah mengubah tradisi konglomerasi yang dikendalikan kepentingan pemodal dan birokrat penadah. Sebuah missi yang belum tuntas.

Kawasan yang di keliling Gunung Merapi, Singgalang dan Tandikat itu selalu menjadi bahan sastra Indonesia. Itulah Padang Panjang, kota kecil di Sumatera Barat, menjadi inspirasi sastrawan kondang yang lahir di tanah itu.

Tanah ini telah lama anti kolonial, lagi tempat pemikir pembaharuan keagamaan. Tak kurang karya Tenggelamnya Kapal van der Wijck (Buya Hamka), Bertanya Kerbau pada Pedati (A.A Navis), atau Marah Roesli dalam Siti Nurbaya: merekam semua itu.

Andrinof A. Chaniago terngiang tanah kelahirannya itu saat dia memberi komentar untuk thriller sejarah “Rahasia Meede� (Hikmah, 2007) yang ditulis oleh ES Ito.

Read the rest of this entry »





SYEKH BURHANUDDIN, ULAKAN (1646 – 1704

2 12 2008

SYEKH BURHANUDDIN, ULAKAN (1646 – 1704 )

Syekh Burhanuddin telah banyak dikenal dan diperbincangkan para ilmuwan, baik dalam literatur, maupun dari laporan bangsa Eropah lainnya. Salah satu sumber utama yang menjelaskan dari perkembangan surau-surau dan lahirnya pembaruan Islam di Minangkabau berasal dari sebuah naskah kuno tulisan Arab Melayu. Naskah itu berjudul, Surat Keterangan Saya Faqih Saghir Ulamiyah Tuanku Samiq Syekh Jalaluddin Ahmad Koto Tuo, yang ditulis pada tahun 1823. Buku ini menjelaskan peranan surau dalam menyebarkan agama Islam di pedalaman Minangkabau yang dikembangkan oleh murid-murid Syekh Burhanuddin Ulakan.
Di samping itu, riwayat ulama ini telah diterbitkan dalam tulisan Arab Melayu oleh Syekh Harun At Tobohi al Faryamani (1930) dengah judul Riwayat Syekh Burhanuddin dan Imam Maulana Abdul Manaf al Amin dalam Mubalighul Islam. Buku ini menerangkan dengan jelas mengenai diri Pono, yang kemudian bergelar Syekh Burhanuddin. Diceritakan dengan jelas kehidupan keluarga, masa mengenal Islam dengan Tuanku Madinah kemudian berlayar ke Aceh untuk menimba ilmu kepada Syekh Abdurrauf al Singkli.
Read the rest of this entry »