Suryadi

3 01 2008

Kekayaan Minangkabau di Negeri Orang
SETIAP kali pulang ke Ranah Minang, Sumatera, isi tas ransel Suryadi selalu saja tambah padat. Ia seakan tak peduli dengan isi tas yang beratnya hampir setara dengan bobot badannya. Ia mau berberat-berat karena isi tasnya sesuatu yang amat berharga dan boleh dikatakan langka, yaitu sejumlah hasil penelitiannya tentang “kekayaan” Minangkabau di negeri orang.Terakhir, ketika bersua Suryadi di Gedung Genta Budaya, Jalan Diponegoro, Padang, Sabtu (24/7), ia membawa sejumlah hasil penelitiannya yang telah dimuat di jurnal ilmiah terbitan Indonesia, Malaysia, Amerika Serikat, Singapura, dan Belanda.
Dia juga membawa hasil penelitian berjudul Syair Sunur: Suntingan Teks, Konteks, dan Pengarang. Hasil penelitian yang membawanya meraih gelar master of art di Universiteit Leiden, Belanda, tahun 2002, itu ingin diterbitkan dalam bentuk buku, dibiayai sendiri dari uang tabungannya, hasil “menularkan” ilmu di Faculteit der Letteren (Fakultas Sastra) Universiteit Leiden.”Sebagai orang Indonesia dan cinta kekayaan kebudayaan Indonesia, hanya hasil penelitianlah yang dapat saya sumbangkan. Kalau penelitian itu tidak saya terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan tidak diterbitkan dalam bentuk buku, kapan lagi kita dapat mengetahui, mendalami, dan memaknai sendiri kekayaan kita tersebut. Kita memang tak punya dokumen aslinya, tetapi setidak-tidaknya hasil penelitian yang dilakukan ke sejumlah negara dapat memperkaya khazanah ilmu pengetahuan kita bila diterbitkan dalam bentuk buku,” ungkap Suryadi yang mendapat bantuan dana dari Toyota Foundation, Ford Foundation, Universiteit Leiden, dan lembaga ilmu pengetahuan Belanda untuk melakukan penelitian naskah kuno tersebut.Ia melukiskan, untuk berbagai penelitian itu, dia berburu naskah kuno ke berbagai perpustakaan terkenal di Eropa, seperti ke Belanda dan Inggris. Di Indonesia naskah-naskah kuno tersebut tidak ada lagi.Dalam Syair Sunur: Suntingan Teks, Konteks, dan Pengarang, Suryadi yang juga ahli transliterasi (penyalinan dengan penggantian huruf dari abjad yang satu ke abjad yang lain dan dalam hal ini dari abjad Arab (Melayu) ke abjad Latin) coba merekonstruksi imbas gerakan Paderi (sekitar tahun 1803-1838) di pantai barat Sumatera, khususnya di rantau Pariaman, jantung pertahanan kaum konservatif (tarekat Syattariyah atau ordo Ulakan, sekitar 1785 dan 1790) di Minangkabau.”Pengaruh gerakan Paderi ditelusuri melalui biografi Syekh Daud Sunur, ulama dari rantau Pariaman (wilayah pantai). Sejak awal keulamaannya, faham keagamaan Syekh Daud Sunur sudah berseberangan dengan ordo Ulakan. Ulama ini sudah mengarang dua syair terkenal, yaitu Syair Mekah dan Madinah atau Syair Rukun Haji dan Syair Sunur,” kata Suryadi menjelaskan.Menurut dia, syair-syair karya Syekh Daud Sunur bernilai estetis cukup tinggi. Selain itu, Syair Sunur adalah syair yang cukup tua berciri otobiografis yang pernah ditulis orang Minangkabau, yang dalam konstruksi puitisnya masih memperlihatkan ciri sastra lisan (pantun) Minangkabau di satu sisi dan pengaruh sastra Arab (Islam) di sisi lain.SURYADI yang kelahiran Pariaman, 15 Februari 1965, ini tertarik dengan naskah Nusantara klasik, khususnya syair Melayu, karena naskah pendek selama ini kurang mendapat perhatian.Menurut dia, kecenderungan para peneliti Barat maupun peneliti Indonesia lebih pada teks panjang atau prosa sejarah. Epos besar dan historiografi tradisional atau hikayat kerajaan sudah banyak diteliti dengan hasil, antara lain, berupa sejumlah disertasi di berbagai universitas di dalam dan luar negeri.”Kecenderungan itu menyebabkan kurangnya perhatian pada naskah pendek, apalagi yang terkait dengan Islam. Dari berbagai katalog naskah Nusantara yang sudah terbit dapat dilihat bahwa naskah pendek seperti itu juga tidak sedikit jumlahnya. Memang kebanyakan naskah pendek tidak banyak berkaitan dengan kisah di seputar pusat kekuasaan dan genealogi raja-raja lokal. Namun, baik sebagai artefak sejarah maupun sebagai hasil karya sastra klasik, sebenarnya nilai naskah pendek tidak lebih rendah dari naskah panjang,” papar Suryadi.Sikap mengabaikan naskah yang tidak memunculkan informasi seputar pusat kekuasaan menimbulkan efek kurang menguntungkan terhadap tradisi kajian naskah klasik Nusantara. Di Jawa, misalnya, sudah lama terdengar keluhan tentang kurangnya perhatian terhadap naskah pesisiran karena anggapan bahwa naskah pesisiran yang beraksara pegon dinilai lebih rendah nilainya daripada naskah keraton wilayah Yogyakarta dan Solo yang dinilai adiluhung.Dewasa ini, lanjutnya, di kalangan peneliti naskah Nusantara klasik, khususnya kalangan filolog, naskah “pinggiran” seperti syair Melayu dan genre singir yang berkembang di kalangan masyarakat santri di pantai utara Jawa, belum dikenal luas. “Alasan ini pulalah yang membuat saya tertarik meneliti Syair Sunur, atau naskah Nusantara klasik jenis syair Melayu,” tambah dia.SEBAGAI orang Minang, di sela-sela kesibukan meneliti naskah Nusantara klasik, Suryadi masih menyempatkan diri meneliti hal lain guna menggali kekayaan dan kejayaan Minang dulunya. Banyak data dan dokumen penting tentang Minangkabau disimpan di Belanda.”Saya beruntung studi di Belanda. Ide-ide penelitian tak habis-habisnya karena didukung perpustakaan yang lengkap dan memiliki koleksi langka. Di samping itu, setelah menjadi dosen tamu sejak akhir tahun 1998, terhitung tahun 2001 saya diminta menjadi dosen tetap/tanpa batas kontrak oleh Dekan Fakultas Sastra Universitas Leiden,” ujar suami Nurlismaniar dan ayah dari Raisa Mahesvara Niadilova (3 tahun) yang untuk disertasi doktornya meneliti tentang signifikansi budaya industri regional di Sumbar.Setamat dari Universitas Andalas (1991), Suryadi pernah menjadi asisten dosen di almamaternya dan di Universitas Bung Hatta, Padang. Karena tak pernah diangkat menjadi dosen tetap, akhir tahun 1994 dia pindah mengajar ke Fakultas Sastra Universitas Indonesia (UI). Setelah beberapa tahun menjadi asisten dosen di UI, ia pun tak diangkat menjadi dosen tetap.Berkat kerja sama Prof Dr MHJ Maier dari Universiteit Leiden dan Dekan Fakultas Sastra UI (waktu itu) Prof Dr Sapardi Djoko Damono, akhir tahun 1998 Suryadi menjadi dosen tamu untuk program studi bahasa dan kebudayaan Indonesia di Universiteit Leiden. Pengetahuan dan dedikasinya pada sastra Nusantara akhirnya mengantarkan dia mengajar tetap di Leiden.

(YURNALDI)http://www.kompas.com/kompas-cetak/0408/03/naper/1183550.htm

Suryadi studied at Universitas Andalas, Padang, from 1986 to 1991. He gained his doktorandus degree in 1991 with a study of a Minangkabau narrative song, Dendang Pauah (the Song of Pauah) on the outskirts of Padang, which was published in 1993. He became an assistant lecturer at his Alma Mater till the end of 1993. He was appointed as a lecturer in Indonesian language at the Department of Languages and Cultures of Southeast Asia and Oceania (Talen en Culturen van Zuidoost-Azië en Oceanië/TCZOAO), Universiteit Leiden in September 1998. Before that, he was a lecturer in the Faculty of Arts of Universitas Indonesia, Jakarta, having moved from Universitas Andalas to Universitas Indonesia in 1994. He pursues his study in Leiden University. He gained his MA degree from the Faculty of Letters Leiden University in 2002 with a study about the Poem of Sunur (Syair Sunur) under the supervision of Prof. Dr. Hendrik M.J. Maier (the thesis was published in 2004). His PhD research in the School of Asian, African and Amerindian Studies (CNWS), Leiden University is supervised by Prof. Dr. Bernard Arps (see:http://www.cnws.leidenuniv.nl/).
Suryadi’s research interests are in oral traditions and literacy, national and regional literary life in Indonesia, and ethnic cultural phenomena and media in Indonesia. His field research focuses on Sumatra. He has received grants from several national and international foundations to carry out research on to oral traditions and local culture in West Sumatra, namely from the Toyota Foundation (1992/93), the Ford Foundation (1994), and ATL (the Oral Tradition Association) (1995). He spent eight months (from February to August 1998) in Manila, the Philippines, for a course in Tagalog language at the University of the Philippines, Quezon City, under the sponsorship of the Toyota Foundation and the Japan Foundation Asia Centre, Tokyo. Suryadi joined the VAAVMI programme of CNWS Leiden University from 1 April 1999 until 1 December 2001 as a parttime research fellow. The result was published as “The ‘Talking Machines’ Comes to The Dutch East Indies’, with partly funding by Nederlandse Organisatie voor Wetenschappelijk Ondezoek (NWO) (see Suryadi’s list of publications).

Professional Experiences
1998: Lecturer of the Department of Languages and Cultures of Southeast Asia and Oceania, Leiden University, Leiden, the Netherlands.1994-1998:Lecturer of the Faculty of Letters, Universitas Indonesia, Depok, Indonesia.1993:Lecturer of the Faculty of Letters, Universitas Bung Hatta, Padang, Indonesia.1992:Lecturer of the Faculty of Letters, Universitas Andalas, Padang, Indonesia.

Books
2004:
Syair Sunur: teks dan konteks ‘otobiografi’ seorang ulama Minangkabau abad ke-19. Padang: Yayasan Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau & Citra Budaya Indonesia.

1998:
Naskah tradisi Basimalin: pengantar teks dan transliterasi. Jakarta: Program Penggalakan Sumber-sumber Tertulis Nusantara Fakultas Sastra Universitas Indonesia.

1993:
Dendang Pauah: cerita orang Lubuk Sikaping. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 1996 [2st ed.: 1996] [Seri tradisi lisan Nusantara].

1993:
Rebab Pesisir Selatan: cerita Zamzami dan Marlaini. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 1998 [Seri tradisi lisan Nusantara].

Articles/Papers

to appear:
“Children’s pop music and the regional recording industry: the Minangkabau case”. In: Bart Barendregt (ed.), Southeast Asian pop music in a comparative perspective.

“Animisme dan Takhyul di Minangkabau: studi kolonial tentang kepercayaan tradisional di Sumatra Barat”. In: Amin Sweeney and Sastri Sunarti (eds.), Kado persembahan untuk almarhum Drs. Yusriwal, M.Hum.

2007 (forthcoming October)
“Saman: Representation of minority religion on modern Indonesian literature”. Jurnal Ilmu Kemanusiaan (School of Humanaities, Universiti Sains Malaysia, Penang).
“Sejarah pengajaran bahasa Minangkabau”. In: Zaiyardam Zubir dkk. (eds.), Buku persembahan untuk almarhum Prof. Dr. Khaidir Anwar. Padang: Fakultas Sastra Universitas Andalas.

2007 (with Titik Pudjiastuti)
“Pengantar daripada editor tamu”. Sari (Jurnal ATMA Universiti Kebangsaan Malaysia, Bangi) 25: 3-8.

2007
”Warkah-warkah Sultan Buton Muhyiuddin Abdul Gafur kepada Kompeni Belanda, koleksi Universiteitsbibliotheek Leiden”. Sari (Jurnal ATMA Universiti Kebangsaan Malaysia, Bangi) 25: 165-216.

2006
”Vernacular intelligence: colonial pedagogy and the language question in Minangkabau”. Indonesia and the Malay World (SOAS University of London [Centennial issue in honour of Nigel Phillips; edited by Annabel Teh Gallop]) Vol. 34, No.100: 315-44.

2006
“The ‘talking machine’ comes to the Duth East Indies: the arrival of Western media technology in Southeast Asia”. Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde (KITLV Leiden) 162.2/3: 269-305.

2006
“Kitab ‘manasik haji’ pertama dalam bahasa Melayu”. In: A.B. Lapian dkk. (eds.), Sejarah dan dialog peradaban: persembahan 70 tahun Prof. Dr. Taufik Abdullah, hal. 275-310. J
akarta: LIPI Press.

2005“Media and the margins: radio in Pekanbaru, Riau (Indonesia)”. Journal of Southeast Asian Studies (National University of Singapore) 36(1): 131-51.

“Syair Sunur: ‘autobiografi’ seorang dagang Minangkabau”, Sari (Jurnal ATMA Universiti Kebangsaan Malaysia, Bangi), 23: 177-203.
“Dari rasa kagum sampai empati: citra dunia Melayu (Nusantara) dalam puisi yang ditulis orang Eropa abad ke-19”. Basis (Jurnal Sastra & Kebudayaan,Yogyakarta), No.03-04, Tahun ke-54 (Maret-April): 36-48.

“Wanita Minangkabau dalam dunia kesenian: sebuah tinjauan sosial budaya”, dalam: Parwatri Wahyono dan Dwi Woro Retno Mastuti (eds.), Tali Rasa, hal. 105-122.

Depok: Jurusan Sastra Daerah/Program Studi Jawa, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia.

2004
“Negara tanpa bangsa: fakta dan interpretasi terhadap wacana novel Indonesia”. Melayu [Jurnal Dewan Bahasa dan Pustaka, Kuala Lumpur] Jilid 2, Bil. 2 (Disember): 162-189.

2003
“Minangkabau commercial cassettes and the cultural impact of recording industry in West Sumatra”, Asian Music – Journal of the Society of Asian Music (Cornell University) Vol. 34.2 (Spring/Summer): 51-89.

“Spirit lokalitas dalam siaran radio di Indonesia: studi kasus di kota Pekanbaru”. Seni (Jurnal ISI Yogyakarta) IX/02-03 (Maret): 149-172.

“Dunia penerbitan dan perbukuan di Sumatra Barat sebelum kemerdekaan”, Melayu (Jurnal Dewan Bahasa dan Pustaka, Kuala Lumpur), Jilid 1, Bil. 2 (Desember): 138-156.

“Yang pergi dengan dendam dan kembali dengan cerita: sekilas tentang latar belakang sejarah dan isi Syair Makah dan Madinah”. In : M.Yusuf dkk., (eds.), Penelitian naskah Nusantara dari sudut pandang kebudayaan Nusantara: kumpulan makalah Simposium Internasional Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa) V. Padang, 28-31 Juli 2001, pp. 193-242. Padang: Fakultas Sastra Universitas Andalas.

2001
“Shaikh Daud of Sunur: conflict between reformists and the Shattâriyyah sûfî order in rantau Pariaman in the first half of the nineteenth century”. Studia Islamika (IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta) Vol. 8, No. 3: 57-124.

1998
“Rabab Pariaman”. In: John H. McGlynn (volume edr.), Language and Literature, Indonesian Heritage Series, pp.66-67. Singapore: Archipelago Press.

1997
“Sastra Minangkabau di tengah tradisi sastra Indonesia modern.” In: [Willen Sikorksy et.al [eds.]]. Nacional’noe stroitel’stvo i literaturnyj/kul’turnyj process v Jugovostocnoj Azii [Proceeding papers presented at the International Seminar National Build-Up and Literary/Cultural Process in South-East Asia, Moscow State University, June 24-27, 1996] pp. 321-331, Moscow: Nusantara Society.

1996
“Resitasi dalam pertunjukan Basimalin: dari naskah ke pelisanan”. Jurnal Filologi Melayu (Pusat Manuskrip Melayu, Perpustakaan Negara Malaysia) Jilid 5: 69-85

“Menciptakan konstruksi semantis tak terhingga dalam keterbatasan kata: studi tentang keformulaikan dalam penceritaan kaba.” Warta ATL Vol. 2 (1996): 22-35.
“Dialektika adat dan agama dalam sastra lisan Minangkabau”. Horison 12/1995-4/1996/XXX: 21-27.

“Rabab Pariaman: satu ragam seni bercerita di pesisir barat Minangkabau,” Seni (Jurnal ISI Yogyakarta) No.5/1-2: 82-96.

“Tradisi lisan dalam upacara Kwangkay: puncak upacara kematian suku Dayak Benuaq”. Kalimantan Review Vol. 5: 3-6.

1994
“Indang: Seni bersilat lidah di Minangkabau,” Seni (ISI Yogyakarta), IV-03: 226-239.

1993
“Ilmu sastra lisan di Indonesia: persoalan konsep dan objek penelitian”. Makalah pada Seminar Tradisi Lisan Nusantara (Kerjasama ATL dengan Universiteit van Leiden, Ford Foundaton, Yayasan Lontar, Taman Ismail Marzuki, etc.), Jakarta, 9-11 Desember 1993.

Book reviews

2003
Book review of: Ulrich Kratz dan Adriyetti Amir (Penyelenggara), Surat keterangan Syeikh Jalaluddin karangan Fakih Saghir (Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka, 2002), Jurnal Filologi Melayu (Pusat Manuskrip Melayu, Perpustakaan Negara Malaysia) Jilid 11: 1109-125.
Book review of: Marzam, Basirompak: sebuah aktivitas ritual magis menuju seni pertunjukan (Yogyakarta: Kepel Press, 2003), Jurnal SENI (ISI Yogyakarta) IX/04-Juli: 410-419.

2002
Book review of: Robert Martin Dumas, Teater Abdulmuluk in Zuid-Sumatra: op de drempel van een nieuw tijdperk (Leiden: CNWS: Ph.D. dissertation Leiden University, 2000), Jurnal ATL No.8, Vol.7/Desember: 99-104.

2001
Book review of: Kirstin Pauka, Conflict and combat in performance: an analysis of Randai folk theatre of the Minangkabau in West Sumatra (Athens: Center for International Studies, Ohio University, 1998), Warta ATL VII/7/September: 44-47.

1999
Book review of: William A. Collins, Geguritan Radin Suane: a study of the Besemah oral epic from South Sumatra (Leiden: KITLV Press, 1998), Warta ATL V/5/Juni: 56-60.

1997
Book review of: Maria Indra Rukmi, Penyalinan naskah Melayu di Jakarta pada abad XIX: naskah Algemeene Secretarie, kajian dari segi kodikologi (Depok: Fakultas Sastra Universitas Indonesia), Jurnal Filologi Melayu Jilid 6: 113-116.

Translations

2005
Translated Dr. Mikihiro Moriyama’s PhD dissertation [Leiden University], Sundanese print culture and modernity in 19th-century West Java (Singapore University Press, 2005) into Indonesian (published by KPG Gramedia, Jakarta, 2005).

1999 (with Will Derks)
“Bangkit dari sensor (John M. Coetzee’s essay), Kalam 14 (1999): 115-27.

Workshops/Seminars/Konferences (as paper presenter)

2007 KendariSeminar
‘Internasional Menggali Khazanah Kebudayaan Melayu di Sulawesi Tenggara’, Pusat Penelitian Budaya dan Pariwisata Lembaga Penelitian Universitas Haluoleo, Kendari, Sulawesi Tenggara, 23 Juli 2007.

2007 Bima
Simposium Internasional Pernaskahan Nusantara XI, Bima, Nusa Tenggara Barat, Indonesia, 26-28 Juli 2007.

2007 Jakarta
Konferensi Internasional Kesusastraan XVIII Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia (HISKI), “Sastra dalam Konteks Perkotaan: Industrialisasi dan Urbanisme”, Jakarta 7-9 Agustus 2007.

2007 Kuala Lumpur
The 5th International Convention of Asia Scholars, hosted by Institute if Occidental Studies (IKON) and Akademi Tamadun Melayu (ATMA),Universiti Kebangsaan Malaysia (Kuala Lumpur, 2-5 August 2007)

2005 Depok
The 4th International Symposium of the Journal ANTROPOLOGI INDONESIA: Indonesia in the Changing Global Context: Building Cooperation and Partnership?, organized by FISIP Univeristas Indonesia (Depok, 12 – 15 July, 2005)

2005 Shanghai
The 4th International Convention of Asia Scholars, hosted by the Shanghai Academy of Social Sciences (SASS), China (Shanghai, 20-24 August 2005)

2005 Leiden
International Seminar Windows on the Malay World: Poetry Reading and Seminar on Malay-Indonesian Literature Navigating Convention in New Terrains: Writing in the 18th to Early 20th Centuries, hosted by [European Chair of Malay Studies, Leiden University/IIAS; Convenor: Prof. Dr. Mhd. Salleh Yaapar] (Leiden, 20 October 2005).

2004 Kuala Lumpur
Persisangan Antar Bangsa Peradaban Melayu II, organized by Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) (Kuala Lumpur, 25-28 Februari 2004)

2004 Kuala Lumpur
Seminar Antar Bangsa Kesusasteraan Melayu (SKM) VIII dan Pembinaan Negara Bangsa, organized by Pusat Pengajian Bahasa, Kesusasteraan dan Kebudayaan Melayu, Fakulti Sains Sosial dan Kemanusiaan, Universiti Kebangsaan Malaysia (Bangi, Selangor, 5-8 Juli 2004)

2004 Kuala Lumpur
Seminar antar bangsa Sastera cetak abad ke-19,organized by Dewan Bahasa dan Pustaka, Kuala Lumpur (Kuala Lumpur, 14-15 December 2004)

2003 Leiden
International Conference Media and The Making of History in Contemporary Indonesia, hosted by VAAVMI Pioneer Research Project/CNWS Leiden University(Leiden University, 13–15 March 2003)

2003 Frankfurt
Johann Wolfgang Goethe-Universität Frankfurt International Symposium on Christianity in Indonesia, Perspectives of Power (Frankfurt, Germany, 12-14 December 2003)

2002 Leiden
International Workshop Globalizing Media and Local Society in Indonesia, hosted by International Institute for Asian Studies (IIAS) (Convenor: Prof. Dr. Makoto Koike) (Leiden, 13–14 September 2002)

2001 Padang
Simposium Internasional Masyarakat Pernaskahan Nusantara [Manassa] V, hosted by Fakultas Sastra Universitas Andalas (Padang, 28-31 Juli 2001)

2001 Padang
The 2nd International Symposium of Journal Antropologi Indonesia, Indonesia in transition, hosted by Andalas University (Padang, 18–21 July 2001)

2000 Pekanbaru
Musyawarah Nasional II dan Simposium Antar Bangsa IV Masyarakat Pernaskahan Nusantara, hosted by Universitas Riau (Pekanbaru, 18-20 Juli 2000)

1998 Sydney
International Conference on Postcoloniality and The Question of Modern Indonesian Literature, hosted by the University of Sydney (Sydney, 28-31 May 1998)

1998 Leiden
International Symposium Performance and Mediatization, hosted by VAAVMI Pioneer Research Project /CNWS Leiden University (Leiden, 2-5 December 1998)

1996 Moscow
International Seminar National Build-Up and Cultural/Literary Process in Southeast Asia, hosted by The Lomonosov State University (Moscow, 24-27 June 1996)

http://www.indonesisch.leidenuniv.nl/index.php3?m=&c=290#p


Actions

Information

2 responses

16 06 2008
Dr. Ramadhanil Pitopang

Ambo basuo jo dunsanak iko di Leiden Balando 2 kali. dalam rangko penelitian S3 ambo di National Herbarium of Netherland kami partamo di Digroos supermarket di jalan Lange Gracht tahun bulan September 2005, nan kaduo bulan Juni tahun 2008 juo dakek Digroos, Langegracht kabatulan ambo kunjungan penelitian baliak di national Herbarium of Netherland.

kami batamu wakatu itu Beliau o anak surang padusi dan induak barehnyo. Kesan ambo pak Suryadi urang nan sangaik sopan, sederhana dan randah hati. Selamat Pak Suryadi semoga menjadi ” Agent of Change Minangkabau”

wassalam,
R.Pitopang Sutan Radjo Deli
Palu Sulawesi Tengah

17 06 2008
Is Sikumbang

Mamak Ramadhani Pitopang, Tarimo kasih alah bakunjuang ka blog ambo, kanda Suryadiko lai aktif pulo di internet, di group milis rantaunet.
Website budaya kito nan lain http://www.cimbuak.net dalam bantuak blog http://palantaminang.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: