Gusmiati Suid

5 03 2008

Gusmigusmiati1.jpgati Suid adalah seorang seniman Indonesia, yang telah memberikan kontribusi kreatif terhadap perkembangan kesenian, terutama seni tari dan musik yang berangkat dari tradisi budaya Minangkabau. Melalui Gumarang Sakti yang didirikan tahun 1982, Gusmiati Suid telah mengukirkan kreatifitasnya melalui karya- -karya pertunjukkan tari dan musik, dan mengukuhkan dirinya sebagai salah seorang seniman Indonesia terkemuka yang mendapat penghargaan luas baik didalam maupun luar negeri.

Sebagaimana gadis desa di Minang umumnya, sejak kecil Gusmiati rajin pergi ke surau untuk belajar mengaji, bersembahyang, memperdalam pengetahuan dan pemahamannya akan hukum dan ajaran Islam. “Mamaknya mengajarkan sari ajaran “alam terkambang jadi guru, ” mengenali lingkungan dengan teliti, bekerja keras, dan membentuk disiplin diri. Bagi Gusmiati tak pernah ada jalan pintas. Tak ada anugerah yang jatuh dari langit. Setiap prestasi dan keberhasilan hanya bisa diperoleh melalui kerja keras, perjuangan tak henti, dan disiplin diri yang tinggi….

“Alam mengajarkan kepada saya untuk menjelajahi setiap ruang penghayatan. Kita harus terus berdialog dengan zaman dan lingkungannya. Tak boleh berhenti.”

(Gusmiati Suid pada Sapto Waluyo, Gatra 10 Oktober 1998)
Ketika tumbuh menjadi remaja, Gusmiati mulai belajar tari Melayu dan menjadi guru. Tetapi komitmennya kepada pencak silat, tari Minang, dan nilai-nilai tradisi tak pernah pudar. Gusmiati mencintai tradisi tetapi tidak melihatnya sebagai barang mati. Tradisi itu baginya tumbuh dan berkembang sesuai dengan tempat dan masanya, sesuai dengan petuah Minang, Alam Takambang Jadi Guru, Dimana Bumi Dipijak, Disitu Langit Dijunjung, atau Sakali Aia Gadang, Tapian Baralih.
Melalui perjuangan keras dan keyakinan diri, puteri Asiah dan Said Gassim Shahab itu berhasil membentuk diri menjadi penari-penata tari yang handal dan memiliki harga diri dengan rasa cinta yang mendalam kepada bangsa, negeri, dan kemanusiaan, bukan hanya di tingkat nasional tetapi juga dalam pergaulan antar bangsa. Dalam perjalanan karier untuk memenuhi ambisi dan aspirasi tarinya, seniman tari penuh daya innovasi ini terpaksa harus meninggalkan kampung halaman dan hijrah bersama keluarganya ke Jakarta di mana ia tinggal sampai akhir hayatnya.

Dalam karya-karya Gusmiati Suid yang lugas, indah, dan menyentuh haru dua hal hampir selalu kita temui : adat dan syarak. Kemasaan boleh baru, Koreografi dapat dari barat, tetapi gerak, musik, dan vokal selalu didominasi oleh nuansa Minang ; sementara isi dan pesan tari tetap setia kepada nilai-nilai kemanusiaan. Gusmiati juga sangat memikirkan (prihatin mengamati) suasana masyarakat yang ia rasakan semakin kehilangan arah seperti ia ungkapkan di dalam seruan. Melalui karya tarinya, karya lain yang penuh daya spiritual antara lain :”Kabar Burung”, ia mengingatkan kepada anggota masyarakat yang lupa akan ajaran-ajaran Islam untuk berdoa dan menyerukan ashma Allah.””Kita harus memohon bantuan dan petunjuk dari Allah agar terhindar dari dosa, salah langkah, dan tindak korup”. Demikian Gusmiati. Di dalam garapan tari “Api Dalam Sekam”, Gusmiati menuangkan keprihatinannya yang mendalam akan situasi kritis berbangsa dan bernegara kita yang bak menyimpan bara di dalam sekam. Yang setiap saat dapat menyala memusnahkan nilai-nilai keselarasaan berbangsa dan bernegara. Gusmiati mengambil inspirasi tradisi tupai janjang, salah satu bentuk bakaba Minang, di mana di satu pihak ia mengambil tokoh-tokoh dari legenda, di pihak lain secara kreatif memberikan interpretasi baru yang relevan dengan masanya.

“Kabar Burung” berkisah tentang seorang tokoh yang kebingungan mencari nuraninya yang hilang. Setelah bersusah payah mencarinya, ternyata ia temukan di museum. Kabar Burung adalah sebuah peringatan yang lembut dan indah tentang situasi negara dan bangsa yang tak menentu, terutama akan semakin banyaknya orang-orang penting yang kehilangan hati nurani.

Gusmiati Suid pantas mendapat penghargaan karena komitmennya yang tak pernah kendor terhadap tiga hal : adat, syariat, dan nilai-nilai kemanusiaan. Gusmiati telah pergi, tetapi sosok, sikap, keteguhan hati, pengorbanan, dan pengabdiannya kepada tari, seni, negara dan bangsa Indonesia takkan pernah hilang dari ingatan saya. Hormat saya kepada Gusmiati dan tari.***

(DR. Sal Murgiyanto sambutan tertulis untuk Ulang Tahun Gumarang Sakti Dance Company, Ahli Seni Pertunjukkan / Kritikus Tari / Dosen Tari, 5 April 2002)

Nama :
Gusmiati Suid

Lahir :
Batu Sangkar, Sumatra Barat,
16 Agustus’ 1942

Wafat :
28 Sept’ember 2001

Karya :
“Kabar Burung”
“Api Dalam Sekam

Sumber : http://tamanismailmarzuki.com/tokoh/gusmiatisuid.html


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: