Yunus Husein

8 04 2008

Yunus Husein, Putra daerah Malalo Solok ini dilahirkan 29 Desember 1956 di Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Pendidikan SD, SMP dan SMA diselesaikan di Mataram. Memperoleh Sarjana Hukum dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia (1981), Master of Laws (LL.M) dalam International Legal Studies dari Washington College of Law, The American University, Washington D.C. USA (1986), dan memperoleh Doktor dalam bidang Ilmu Hukum dari Universitas Indonesia (2003). Pendidikan tambahan antara lain: Kursus Pemeriksa Bank, Bank Indonesia Jakarta (1983), Kursus Perancangan Peraturan Perundang-undangan Departemen Kehakiman, Jakarta (1898), Kursus Prudential Regulation of Banking System, IMF, Singapore, Regional Training Institute (1999).
Karir di Bank Indonesia antara lain: Staf Pemeriksa Keuangan (1982-1985), Kepala Seksi diperbantukan pada Duta Besar RI untuk Uruguay Round di Jenewa (1991-1992), Ketua Tim/Kepala Bagian Hukum menangani masalah perbankan sampai tahun 1999, Deputi Direktur Direktorat Hukum BI (2001-2002), Deputi Direktur Hukum memimpin Direktorat Hukum BI (2002).
Karir di pemerintahan sebagai Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) diangkat dengan KEPPRES No. 201/M, Oktober 2002.
Pengalaman organisasi dan kerja antara lain: staf Redaksi Majalah Hukum dan Pembangunan FHUI (1978-1981), Sekretaris Jenderal Senat Mahasiswa FHUI (1979-1980), Wakil Ketua Perhimpunan Perancang Peraturan Perundang-undangan, PPPPI (1994-sekarang), mantan dosen tidak tetap mata kuliah Bahasa Inggris Hukum FH Universitas Jayabaya, mantan dosen tidak tetap pada FH Universitas Yarsi, dosen tidak tetap untuk mata kuliah Hukum Perbankan pada FHUI untuk program regular dan ekstensi (1990-sekarang), dosen tidak tetap untuk mata kuliah Hukum Perbankan untuk program S2 (eksekutif) dan Notariat FHUI (2001-sekarang), dosen tidak tetap mata kuliah Hukum Perbankan dan Jaminan Program Pascasarjana Universitas Pancasila (2001-sekarang).
Dalam berbagai kesempatan menjadi pembicara dalam seminar mengenai Hukum Perbankan, Kepailitan, Money Laundering, dan Know Your Customer antara lain pada International Conference on Money Laundering and Asset Forfeiture di Bangkok (2001), International Conference of Combating Money laundering and Terrorist Financing yang diselenggarakan oleh Pemerintah RI dan Australia, Denpasar (2002), Seminar Memahami UU No. 15 Tahun 2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang di Jakarta (2003), Konferensi Internasional tentang Tindak Pidana Pencucian Uang yang diselenggarakan oleh DEPLU di Bandung (2003).
Pernah pula menjadi Anggota Tim RUU Tindak Pidana Pencucian Uang, Anggota Tim RUU Perubahan UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (2000), Wakil Ketua Tim RUU Perubahan UU No. 15 Tahun 2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (2003), Wakil Ketua Tim RPP tentang Perlindungan Saksi dan Pelapor dalam Tindak Pidana Pencucian Uang (2003), Anggota Tim Panitia Penyusunan RUU tentang Ratifikasi Konvensi Internasional tentang Pendanaan Terorisme, International Convention for the Suppression of the Financing of Terrorism (2003), Ketua Delegasi RI dalam face-to-face meeting dengan Financial Action Task Force on Money Laundering (FATF), di Singapore (Januari 2003) dan di Tokyo (Juni 2003), Anggota Tim Konsultasi Ahli Badan Pembinaan Hukum Nasional, BPHN (2002-sekarang), Anggota Komite Nasional Kebijakan Governance, Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), dan dalam rangka kerjasama internasional di bidang AML Regime untuk kawasan Asia-Pasifik diangkat sebagai Co-Chair (Ketua Bersama) Asia Pacific Group (APG) periode 2006-2008 bersama-sama dengan Mr. Mick Keelty, Kepala Kepolisian Federal Australia (Australian Federal Police/AFP).
Karya tulis antara lain “PPATK: Tugas, Wewenang dan Peranannya Dalam Memberantas Tindak Pidana Pencucian Uang”, Jurnal Hukum Bisnis Vol. 22, No. 3 Tahun 2003, dan buku Rahasia Bank: Privasi Versus Kepentingan Umum yang diterbitkan oleh Program Pascarjana FHUI, 2003.


Actions

Information

2 responses

9 04 2008
advokatku

salam kenal pak … mampir pak ke http://advokatku.blogspot.com

4 04 2009
rizqy tanza

assalamualiakum w.w

terkejut rasanya mengetahui bapak sebelumnya hanya pernah saya lihat melalui layar kaca ternyata adalah urang malalo (kampuang ambo tacinto)…
selama ini saya berpikir bahwa hanya tepian danau maninjau yang menghasilkan orang besar,mengapa malalo tidak bisaa???? mengapa?? apa mungkin karena anak muda malalo tidak punya figur yang layak untuk ditiru atw diteladani…klo ada kesempatan silaulah kampung halaman pak..

maju terus pak dan sukses selalu…..
oh ya,di malalo kampungnya dimana pak???padang laweh/tanjung sawah/duo koto/guguak/baing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: