Ahlul Faradish Resha

22 04 2008

Programer blog situs porno

Oleh Maryulismax (http://maryulismax.wordpress.com)

SOAL memblokir situs porno, sebenarnya urang Minang patut berbangga. Jauh sebelum Menkominfo M Nuh memproklamirkan pernyataan bakal memblok situs orang dewasa itu, jauh-jauh hari ranah Minang telah “melahirkan” seorang anak brilian yang mampu membikin software pemblokir situs itu. Dialah Ahlul Faradish Resha kelahiran Payokumbuah, 8 Juni 1985 yang kini menimba ilmu di Universitas Gajah Mada (UGM) Jogjakarta.
Ahlul telah membikin software yang disebutnya site blocker. Software ini termasuk sepuluh nominator dan mendapatkan anugerah penghargaan Youth National Science and Technology dalam Festival Pemuda Berprestasi 2006 Bidang Iptek berbasis Imtaq yang diselenggarakan Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga. Meraih penghargaan Pemuda berprestasi 2006, dan karena bikin pengembangan dari software tersebut, akhirnya pada tahun 2007 pas hari sumpah pemuda dia dianugrahi penghargaan khusus bagi pemuda di bidang teknologi informasi dan komunikasi oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga RI.
Hebatnya anak muda yang satu ini, program site blocker yang dibuatnya itu bisa di-download secara gratis dari web pribadinya. Ketika dihubungi melalui yahoo messanger (YM) kemarin, dia mengaku tidak tahu sudah berapa banyak orang yang mengunduhnya (mendownload-red). Sama halnya dengan ketidaktahuan dia, sudah berapa banyak orang yang tertolong untuk membasmi virus dengan menggunakan antivirus “Shampoo Anti Brontok” generasi awal antivirus yang pernah dibuatnya.
Soal bagaimana sistem kerjanya, dalam blognya dia menjelaskan, “Kebanyakan orang mengira saya melakukan pemblokiran berdasarkan kata atau gambar pada sebuah website, jika digolongkan tidak baik maka akan diblokir. Nah padahal bukan demikian. Lebih dari itu, program ini akan memblokir secara langsung dari isi keseluruhan sebuah situs yang dianggap mengandung informasi negatif. Sedangkan data situsnya tentu saja sudah dimasukkan ke dalam program Site Blocker tersebut. Dengan demikian, walaupun file situs yang diblokir diakses dari situs lain insya Allah juga tidak akan bisa diakses.”
Sukses dengan site blocker, Ahlul melakukan pengembangan terbaru. Sebuah pemblokir situs yang bisa diterapkan dengan tipe klien-server. Program ini sangat cocok untuk diterapkan pada sistem komputer jaringan.
“Ya secara teori satu server itu bisa melayani 65 ribuan klien. Banyak bukan…,” katanya.
Untuk cara kerja software ini berbeda dengan site blocker. Karena lebih mudah lantaran tidak perlu menginputkan data semua nama situs, tapi hanya keyword atau bagian katanya saja. Selain itu software ini dilengkapi dengan sistem SMS yang akan mengirimkan SMS kepada admin jika ada klien yang mengakses situs porno.
“Fasilitas ini akan sangat menarik sekali jika diterapkan di Laboratorium Komputer Sekolah. Bisa jadi pas guru ke luar lab, siswanya pada usil. Pas si siswa lagi akses (situs porno), software akan memberitahukan langsung ke HP gurunya bahwa si A di komputer sekian sedang melakukan akses situs porno. Selain itu software di server juga akan langsung mengambil layar saat ada klien yang mengakses situs porno. Jadi pada kejadian di atas, si siswa ndak bisa mengelak karena memang ada bukti,” jelasnya.
Sama halnya dengan site blocker, kata Ahlul, software terbarunya juga bisa diunduh secara gratis di blognya. Daripada susah-susah bikin dan beli program ataupun membajak, ayo kunjungi blog pemuda kreatif ini. (max)

http://maryulismax.wordpress.com/2008/04/09/orang-minang-yang-bikin-pemblokir-situs-porno/#more-253HiAhlul

Faradish Resha
Ciptakan Pengadang Situs Porno

Oleh : Yuyuk Sugarman (Sinar Harapan.co.id

Yogyakarta – Sebuah penelitian di Amerika Serikat menyebutkan 85% lebih transaksi seks, baik itu transaksi penjualan foto, video, bahkan objek seks itu sendiri, dilakukan lewat internet. Mereka membuka situs-situs porno dan lantas melakukan transaksi itu sembari menikmati tayangan. Nah di Indonesia, jika diamati perkembangannya juga tidak kalah cepat.
Buktinya, seorang pimpinan sebuah instansi pemerintah mengeluh karena banyak karyawannya yang ketika istirahat selalu membuka internet dan mengakses situs-situs porno. Para karyawan ini juga tak malu-malu dan justru mengundang rekan kerjanya untuk menikmati situs porno dengan cekikikan.
Tak bisa dipungkiri, pornografi memang telah melanda di negeri ini. Penikmatnya, tak hanya orang dewasa atau orang tua, tapi juga anak-anak. Jujur saja, akses untuk tulisan maupun gambar-gambar yang seronok namun aduhai begitu mudah seiring kemajuan teknologi yang bernama internet. Mereka dengan mudah pula mengakses lewat warnet yang kini menjamur di seantero negeri ini. Tidak diragukan lagi moral bangsa ke depan tengah terancam saat ini.
Beranjak dari keprihatinan ini, seorang anak muda yang kini tengah kuliah di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (Mipa) UGM, Ahlul Faradish Resha, membuat program yang bisa memblokir situs-situs porno di komputer. “Jika sudah diblokir, walaupun file situs tersebut diakses dari situs lain Insya Allah juga tidak akan bisa di akses,” kata Ahlul yang juga menciptakan Programmer Antivirus Kangen, Riyani Jangkaru, “Shampoo Anti Brontok”-sebuah antivirus pertama untukmenghentikan penyebaran virus Brontok 2005-dan juga Sabun Anti Dekil.
Program “site blocker” yang ia ciptakan selalu bisa meng-up date sendiri. Dalam pengakuan Ahlul (22), program yang hanya diciptakan dalam satu hari saja ini juga meraih juara I Festival Pendidikan Berprestasi yang digelar Menegpora, 13 Desember 2006 lalu.
Mengenai cara kerjanya, Ahlul menuturkan perangkat lunak ini bekerja memanfaatkan Sistem Operasi sendiri, seperti Windows98, WindowsXP, Linux, Max OS dan lain-lain. Ada sebuah file yang menjadi referensi bagi sebuah komputer untuk mengakses sebuah situs. Nah dengan mempermainkan file tersebut jadilah site blocker tersebut.
“Bagi yang sudah belajar teknologi informasi bisa mencoba mencari referensi tentang file hosts di sistem operasi tersebut,” ungkapnya.
Menurut Ahlul, site blocker yang ia ciptakan dan hanya berukuran 540 kilobyte (Kb) itu bersifat database. Artinya, situs-situs yang diblokir tergantung apa saja yang sudah dimasukan dalam program. Sehingga jika ada situs porno baru yang belum ada dalam basis data, maka program memang tidak bisa memblokir. Jika mau memblokirnya, situs-situs porno yang baru itu bisa bisa dimasukkan ke program yang kemudian di-up date dengan cara yang mudah dan mandiri.
Untuk lebih jelasnya, tuturnya, orang bisa mengakses ahlul_amc@yahoo.co.id atau http://ahlul.web.id. “Kami juga punya komunitas di internet,” tambahnya. Ahlul pada kesempatan itu juga menegaskan dirinya akan memberikan kepada siapa saja yang membutuhkan program antisitus porno ini secara cuma-cuma. Ia juga tak mempunyai pikiran untuk mendaftarkan hak paten ciptaannya itu.
“Bagaimana ya…., kita tahu untuk mempatenkan perlu uang Rp. 3,5 juta, tapi akhirnya nanti juga dibajak. Kita tahu mental bangsa ini yang identik dengan pembajak kan? Makanya lebih baik digratiskan saja. Dengan gratis, justru bermanfaat bagi saya untuk mencari nama, mempublikasikan diri sendiri,” tutur Ahlul, anak pertama dari empat bersaudara dari pasangan Herman Aliunir dan Reswita.
Pun juga Ahlul mengungkapkan program ini hanya bisa dilakukan secara personal. Jika dilakukan secara global, akan terkendala regulasi di masing-masing negara, mungkin juga kerja sama dengan pemerintah belum begitu bagus. “Karena itu kami memikirkan, bagaimana menciptakan cara pemblokiran yang paling mudah dan bisa dilakukan oleh personal,” tuturnya.
Sebetulnya pula, pemblokiran terhadap situs porno ini juga bisa dilakukan oleh para provider. “Seandaikan provider mau melakukan itu sangat bagus, tapi berani tidak ditinggalkan penggunanya? Ini tergantung kemauan dan niat baik dari masyarakat dan juga pemerintah,” katanya lagi.nAhlul Faradish Resha Si Penghadang Situs Porno
Ortu atau Pimpinan Perusahaan Perlu Miliki Software-nya

Indopos Online
Mahasiswa Fakultas MIPA UGM Ahlul Faradish Resha berhasil membuat software pemblokir situs porno. Software ini bisa dimanfaatkan oleh para orangtua dan pimpinan perusahaan untuk menjaga moralitas anak atau produktivitas karyawannya.

Laila Rochmatin, Jogja

Anda seorang pimpinan yang sudah gerah melihat karyawannya terlalu asyik memelototi situs porno di saat jam kerja? Jangan khawatir. Ahlul Faradish Resha, 22, mahasiswa Jurusan Elektronika dan Instrumentasi UGM angkatan 2003 telah berhasil membuat software pemblokir situs porno. Software tersebut dia beri nama Site Blocker berukuran 54 kilobyte (KB).

Dengan software buatan remaja kelahiran 8 Juni 1985 ini sangatlah mudah untuk menghapus situs porno di internet. Caranya tinggal meng-install-kan Site Blocker ke komputer. Begitu situs porno terhapus akan muncul tulisan “Mohon Maaf Situs Ini Tidak Bisa Diakses.”

“Semua situs porno yang saat proses install tersimpan di komputer dijamin hilang. Akan tetapi bagaimana pun situs porno adalah sebuah sistem, jadi bisa muncul lagi. Oleh sebab itu harus tetap di-update,” jelas Ahlul di kantor humas UGM, kemarin.

Penemuan Site Blocker yang diyakini Ahlul sebagai salah satu instrumen penjaga moralitas itu, berawal dari ajang coba-coba. Memang, cowok satu ini teramat mencintai komputer. Sebagian waktunya bahkan diisi untuk mengotak-atik komputer. Ada salah satu prinisp yang dianut oleh Ahlul yang mungkin bisa ditiru oleh remaja lain. Yaitu, memiliki komputer haruslah diberdayakan.

“Kita tidak akan menjadi pintar meski kita memiliki komputer mahal seharga Rp 10 jutaan, jika kita tidak pernah memberdayakannya. Yang pintar itu otak kita, bukan komputernya. Memiliki komputer di kamar haruslah diberdayakan, jangan malas mengotak-atik. Sayangnya, kebanyakan punya komputer mewah hanya untuk kepentingan main game atau melihat situs porno,” tegas remaja asal Sumatera Barat ini.

Untuk menciptakan site blocker, Ahlul tidak membutuhkan biaya banyak. Berbekal sering hunting teori baru di internet dan komputer jenis AMD di kamar kosnya, pecinta masakan padang ini pun mampu membuat site blocker -pemblokir- situs porno. Hanya butuh waktu dua minggu untuk membuat software tersebut. Baginya ilmu pengetahuan yang dia miliki itu harus selalu di update.

“Saya mulai membuat software site blocker pada November 2006. Selama dua minggu software itu pun jadi. Ternyata teman-teman di komunitas Jasakom tertarik dan menyarankan saya mengikuti ajang kompetisi pemuda berprestasi yang diselenggarakan oleh Kementrian Pemuda dan Olahraga,” terangnya.

Kenapa software ini diusulkan mengikuti lomba? Alasannya, karena pas dengan tema kompetisi yaitu “Inovasi Teknologi Berbasis Iman dan Taqwa.” Dan Ahlul pun bersyukur, karyanya mendapat juara bersama empat karya lain hasil peserta dari berbagai universitas.

Sebenarnya pembuatan software site blocker juga didorong oleh keprihatinan akan realitas sosial di masyarakat. Kemajuan teknologi telah disalahgunakan sebagai pemicu degradasi moral. “Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh lembaga swasta di Amerika, 85 persen transaksi di internet adalah transaksi seks. Seiring kemajuan zaman, internet telah mengalami perubahan fungsi. Bahkan kalau mau tahu, ada seorang pejabat di pemprov DIJ yang mengatakan, saat jam istirahat sebagain karyawannya aktif membuka situs porno,” ujar pemuda yang mengaku penemuannya adalah yang pertama di Indonesia.

Tentunya tidak akan mudah mengharapkan inisiatif baik dari para provider untuk menghapus situs porno yang ada di media layanannya. Menurut Ahlul, setiap indiviud haruslah memiliki keinginan dan senjata untuk memblokir situs porno. “Terutama adalah orangtua dan pimpinan instansi. Menurut saya orangtua harus mengetahui site blocker ini. Tujuannya tidak lain adalah menyelamatkan moralitas anak-anak. Begitu juga dengan pimpinan karyawan, juga harus paham agar produktivitas karyawan tetap terjaga. Caranya mudah tinggal menginstalkan site blocker ke internet di kantor atau rumah,” ujar Ahlul sedikit berpromosi akan karyanya.

Putra pertama pasangan Drs Herman Aliunir dan Reswita ini mengaku sampai saat ini buah karyanya belum banyak diketahui publik. Hanya teman-teman terdekatnya yang telah memakai jasa software buatannya. ‘Dan seorang manajer majalah bernuansa Islami yang telah memanfaatkan jasa software site blocker,” ujar Ahlul yang bercita-cita menjadi Information Technology (IT) Developer ini.

Saat ini untuk mewujudkan cita-citanya sebagai pengusaha sudah mulai dirintis. Bersama beberapa teman dia mendirikan CEO CV Ahlul Media Computama. Dalam kehidupan remajanya sosok Ahlul memang tidak bisa dipisahkan dengan permasalahan IT. Pada 2005 remaja ini berhasil menciptakan antivirus pertama untuk menghentikan penyebaran virus brontok yang diberi nama “Shampoo Anti Brontok”. Selain itu dia juga berhasil menciptakan programmer antivirus Kangen dan Riyani Jangkaru.

GRATIS: Persembahan lagi untuk ANTI PORNOGRAFI

Dari Blog Ahlul

hi akhirnya dikeluarkan juga padahal umur softwarenya sendiri udah 7 bulan.. n cuma ngendep di space harddisk

Abis lum sempat menyempurnakannya untuk lebih (mungkin masih banyk bug-nya)

Tapi mengulang kata Pak Menristek “Lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali”.

Nah makanya itu ini langsung saya sediakan saja agar bisa di download.

Keunggulan ini dari pada site blocker yang pertama adalah bisa di terapkan dengan tipe Klien – Server. Jadi sangat cocok untuk diterapkan pada sistem komputer jaringan. Ya secara teori satu server itu bisa melayani 65ribuan klien banyak bukan…

Untuk cara kerja software yang kedua ini berbeda dengan yang pertama, klo yang kedua lebih mudah karena tidak perlu menginputkan data semua nama situs tapi hanya keyword atau bagian katanya saja.

Selain itu software ini dilengkapi dengan sistem SMS yang akan mengirimkan SMS kepada admin jika ada klien yang mengakses situs porno. Tentunya fasilitas ini akan sangat menarik sekali misal “Jika diterapkan di Lab Komp Sekolah. Nah kan bisa jadi tuh pas si guru lagi keluar lab anak-ank pada usil. Yap, pas nanti si siswa lagi akses trus si software akan memberitahukan langsung ke HP gurunya bahwa si A di komputer sekian sedang melakukan akses situs porno” hi hi kena deh “. Selain itu si software di server juga akan langsung mengambil layar saat ada klien yang mengakses situs porno. Yap, misal pada kejadian diatas kan si siswa kan ndak bisa mengelak karena memang ada bukti

Dan juga software ini memungkinkan admin bisa mengambil gambar layar dari klien yang sedang aktif.

Jadi kan cocok juga klo diterapkan disekolahan maklum kadang pas di Lab ketika si guru lagi keluar siswa ada yang iseng akses situs porno nah dengan ini klo ada yang akses kan langsung di SMS hi hi ketahuan deh…

Sip silahkan download, program ini ada 2 yang pertama untuk diinstall di server yang kedua di install di klien.

Untuk manualnya masih kosong maklum lum sempat untuk mengembangkannya lagi ato ada yang mo bantuin saya

http://ahlul.web.id/persembahan-lagi-untuk-anti-pornografi/

Ahlul Faradish resha

Mahasiswa S1 Elektronika dan Instrumentasi Universitas Gadjah Mada Jogjakarta – Indonesia

Alamat fisik : Jalan Cindekembang 29 A, Karanggayam CT VIII Depok Sleman De-I-Ye 55281


Actions

Information

3 responses

15 12 2008
noto sudarmiko

luar biasa mas ahlul ini. tutut berbangga hati kita semua, kalau teman kita ini kreatif dan inovatif dan sudah membawa harum nama bangsa. ayo take action kapan kita bisa seperti mas ahlul..??? tanyakan pada diri anda masing-masing.

Salam ,
INDEKSLINK
Jasa SEO

9 03 2009
priyo

salut buat mas ahlul,yang peduli dengan nasib moral bangsa ini…

6 05 2009
Pasa Firaya, ST

Berkunjung dan baca infonya, mudah-mudahan bermanfaat bagi banyak orang, sukses ya.
I Like Relationship.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: