About

REPUBLIK dan orang Minang, agaknya, dua hal yang sulit dipisahkan. Sebab, inilah etnis yang sangat menonjol peranannya melahirkan elite bangsa ini. Dan elite modern suatu bangsa tak hanya lebih bervariasi dari elite tradisional, dan terang tak jatuh dari langit. Ia lahir lewat suatu dinamik budaya, yang mendorong transformasi sosial. Dinamik kultural inilah agaknya, picu utama lahirnya elite modern dari etnis Minang ini. Minangkabau hanyalah satu dari sekitar 140 kelompok etnis yang menempati sekitar 3.000 pulau di Indonesia. Ketika Sensus 1930, penduduk Sumatera Barat hanyalah tiga persen dari total penduduk. Tetapi, pada 1914, misalnya, lebih dari 25% pendaftar di STOVIA, sekolah dokter Jawa itu, adalah orang Minang. Pendidikan adalah lembaga modern bagi eskalasi sosial. Tapi, lebih dari yang lain inilah suku bangsa yang menghargai tinggi alim-ulama, pemuka adat, dan cerdik-cendekia. Salah satu indikator cerdik-cendekia itu, agaknya, kemampuan mengekspresikan buah pikiran dan hati, lewat tulisan. Orang Minang tak hanya jago berpepatah-petitih sebagai ekspresi lisan, tapi juga lewat tulisan. Selama masa Balai Pustaka, 9 dari 15 pengarang terkemuka pada generasi 1920-1930-an itu adalah orang Minang. Memang, pada 1909, sepertiga lebih dari murid Sekolah Eropa di Sumatera Barat bukan orang Eropa. Pada 1912, di Kota Padang saja, terdapat 23 sekolah swasta yang bersubsidi, dengan murid seluruhnya sekitar 1.200 orang. Suatu jumlah yang hampir separuh bila dibanding dengan 53 buah sekolah serupa yang terdapat di Jawa dan Madura. Dan yang khas tentulah Kotogadang. Pada awal 1900-an, misalnya, inilah tempat kelahiran para pekerja birokrasi Belanda, seperti jaksa, pegawai pajak — yang meliputi daerah tugas Sumatera, Kalimantan, dan beberapa orang di Batavia. Menurut suatu laporan, pada 1915, diperkirakan 165 lelaki dari Kotogadang bekerja sebagai pegawai pemerintahan Belanda. Hampir separuh (79 orang), bekerja di luar wilayah Minangkabau. Sebanyak 72 orang di antaranya lancar berbahasa Belanda — sebagai suatu bukti mereka berpendidikan baik. Pada 1940 Kotogadang lantas menjadi lebih dikenal sebagai tempat kelahiran para dokter, ahli hukum, dan insinyur. Pada 1942, misalnya, 40 anak Kotogadang lulus dari STOVIA. Salah satu faktor yang mendorong orang Minang merantau adalah faktor pendidikan. “Orangtua bersedia pindah dari daerah asal, untuk menyertai anaknya belajar,” ujar Emil Salim, keturunan Kotogadang. Tingkat pendidikan orang Minang tak hanya menonjol dalam hal jumlah semata, melainkan juga mutu. Etnis inilah yang melahirkan para elite fungsional, dalam arti, berperanan sebagai pemimpin. Haji Agus Salim, yang lahir di Kotogadang, misalnya. Atau, Abdoel Moeis, yang lahir di Sungai Puar, Bukittinggi. Mereka, antara lain dua tokoh penting yang menggerakkan Sarekat Islam. Wakil Presiden RI yang pertama jelas seorang Minangkabau. Bahkan, dalam dekade pertama setelah RI merdeka, 12% menteri kabinet adalah orang Minangkabau. Sebutlah misalnya, Perdana Menteri Sutan Sjahrir, atau tokoh yang kurang dikenal, seperti Bagindo Zainuddin. Bagindo Zainuddin pernah menjadi menteri kemakmuran dalam Kabinet Sjahrir. Agaknya, dialah orang kedua putra Minangkabau setelah Dr. Abdoel Rivai yang tamat sekolah tinggi. Bagindo Zainuddin, lulus dari Sekolah Pertanian Tinggi di Wageningen, Negeri Belanda. Menurut suatu pengumpulan pendapat yang dibikin koran Abadi, 1952, dari 10 orang yang dipilih sebagai tokoh terkemuka Indonesia kala itu — empat orang berasal dari Minangkabau. Yakni: Mohamad Hatta, Mohammad Natsir, Haji Agus Salim, dan Sutan Sjahrir. Daftar tokoh-tokoh itu masih dapat diperpanjang, karena Minangkabau adalah negeri yang juga melahirkan tokoh seperti Muhamad Yamin, tapi juga sejenis Tan Malaka. Sutan Ibrahim gelar Datuk Tan Malaka adalah tokoh yang banyak mengundang tanya dalam sejarah kontemporer Indonesia. Adalah Tan Malaka, menurut Dr. Alfian, seorang yang berpikir dialektis, yang telah memadukan visi adat dan falsafah Minangkabau. Dengan bekal itulah, Tan Malaka yang misterius itu tetap kritis menghadapi sesuatu yang baru di luar. Adalah daerah Minangkabau, menurut Sejarawan Taufik Abdullah, yang paling keras menghadapi Belanda. Buktinya? “Selain Batavia, laporan polisi Belanda untuk kawasan Minangkabau harus diserahkan setiap bulan ke Pemerintah Pusat di Belanda,” kata Taufik. Padahal, daerah lain, hanya setiap kuartal. Namun, peranan orang Minang dalam sejarah modern Indonesia kini tak lagi semenonjol beberapa dekade yang silam. Sebagian diakibatkan oleh faktor pecahnya pemberontakan PRRI. Ini berpengaruh pada pendidikan kalangan muda Minangkabau. “Karena banyak pemuda yang terlibat, sehingga tidak sempat meneruskan sekolah,” ujar Alfian. Ada pula faktor lain. Banyak orang Minang, menurut Alfian, yang aktif sebagai anggota Masyumi dan PSI. Pembubaran kedua partai itu oleh Soekarno di tahun 1960-an juga berpengaruh pada tampilnya orang Minang di panggung elite Indonesia. Yang terang tak menonjol hingga kini ialah peranan orang Minang di dunia militer. Padahal, dari sinilah kini elite negeri ini berasal. Agaknya, hanya Awaluddin Djamin seorang, bekas Kapolri, putra Minang yang sampai menjadi jenderal berbintang empat. Saur Hutabarat

 

http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/1986/07/12/NAS/mbm.19860712.NAS35402.id.html#

29 responses

25 02 2008
PMB Bandung

Salam kenal dari Perhimpunan Mahasiswa Bandung

18 04 2008
catra

salam kenal yo uda, wak link blog nyo yo, kayaknyo bermanfaat

http://www.catra.wordpress.com

18 04 2008
~padusi~

salam kepada is sikumbang gelar Sutan Marajo,

Tulis dong apa dan siapa tentang dirimu. Mengapa Sutan tertarik membuat blog urang minang ini. Pemirsa kan.. ingin tahu juga kiprahmu..

mari kita gali potensi urang minang

18 04 2008
Is Sikumbang

Salam Kenal juo sanak Catra, silahkan link.
Blog ini didedikasikan buat generasi muda minang, supaya dapat jadi sumber inspirasi dan motivasi bagi generasi muda minang

18 04 2008
Is Sikumbang

Terima kasih apresiasinya Ni, Iya ni nanti saya tulis. saya berharap ini bisa jadi motivator, inspirator bagi generasi muda minang.

31 05 2008
eko

salam kenal dari eko
mahasiswa bimbingan konseling universitas lampung
http://eko13.wordpress.com

1 06 2008
JB'lOg

Assalamualaikum wr wb

Salam Jabek Arek Da Is Sikumbang
mmhhhhh…. sepertinyo namo Uda alah cukuik familiar ditalingo kito
Ambo acok mambaco baco cimbuak net… cukuik rancak dan mencerahkan

Da Is
Saluut buek Blognyo Urang Minang ko
Sebuah apresiasi dan penghargaan yang mulia dari seorang generasi Minang untuak maangkek dan mengingat jasa jasa putra putri ranah Minangkabau

Da Is
Chairil Anwar, Iljas Yakoub pahlawan nasional dari Minang (pessel), Sutan Alam Bagagarsjah (tanah datar) yang akan diusulkan jadi Pahlawan Nasional, Sjafruddin Prawiranegara, Buya Syafiie Maarif dan lain lainnyo mungkin bisa ditambahkan setaruihnyo…

Da Is
Ambo kadang kurang sapakek juo, banyak tokoh tokoh kito yang pesemis akan generasi Minang bahkan ado yang ekstrim mengatakan alah tandeh, gempa budaya dsb (mungkin disatu sisi untuak sebuah motivasi ado baiaknyo) cuma secara realiti ambo mancaliak generasi Minang masih banyak dan akan terus mewarnai perjalanan bangsa dan dunia. Memang jiko dibandiangkan dengan zaman awal kemerdekaan putra putri Minangkabau kini jauah merosot (itu ado batuanyo) tapi kito jugo harus objektif mancaliak sebuah zaman, zaman dahulu mungkin bukan urang Minang nan cadiak pandai (walau kaliber Beliau tak tertandingi samapi sekarang) tetapi suku bangsa lain yang agak ketinggalan dalam informasi dan pengetahuan. Kini zaman hampia marato itu mungkin ado kontribusi Minangnyo juo.

Da Is
pengalaman ambo nan alah ambo ikuti dalam bairiang bajalan sesamo anak bangsa nusantara, nan mano ambo pernah kuliah di Bandung, di Jakarta, di Semarang dan kini Alhamdulilah dapek kuliah di Perancis, baitu juo dalam pelatihan pelatihan lainnyo. Alhamdulillah peran putra putri Minang baik secaro kuantitas maupun kualitas selalu MENDOMINASI menjadi YANG TERBAIK. Baitu juo ambo baco dibidang bidang lainnyo pasti ado putra putri Minang yang kalua namonyo.
Jadi MINANGKABAU dengan semangat EGALITER dan TAGEH RANTAU nyo adalah salah satu semangat yang mambuek mereka tetap eksis.

kini
bagaimano dengan SUMBAR dan Pemda serta masyarakatnyo sendiri ?
Ambo tetap OPTIMIS Sumbar tetap akan menjadi basis kekuatan kemajuan dan garda terdepan dalam sebuah derak perubahan zaman yang taruih berkembang

cuma
yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan adalah masalah MENTAL, MORAL, AKHLAK dan BUDI PEKERTI
Ini memang berat, tetapi dengan filosofi Minang yang berurat berakar selama ini, Ambo tetap Optimis Anak Minang akan tetap yang TERBAIK dan BERMENTAL Positif

aduh Da
banyak sabananyo yang ingin ambo curhatkan
tapi samantaro itu dulu
kesimpulannyo GENERASI MINANGKABAU BELUM MATI TETAPI HANYA PERLU TERUS MEMPERBAIKI DIRI hahahahahaaaa….

Salam hormat Ambo
Salam Jabek Arek
Alang Bebega

5 07 2008
Dhimas L N ---- (^-^)v

salam kenal

27 07 2008
Partomuan

Wah ini Blog bagus, walaupun isinya tokok2 Minang semua, saya bangga atas pencapaian prestasi suku Minang, yang notabene adalah salah satu suku terdidik di Indonesia. Orang Minang hampir di semua lini ada. Kok profil Urang Minang yang di bidang perfilman belum ada disini? Rano Karno, Dedy Mizwar bukannya orang Minang jua?
Salam Kenal

14 08 2008
Elfizon Anwar

Bagaimana peluang Tokoh Urang Minang dalam Pemilu 2009?. Dalam pengisian Anggota Komisi Pemilihan Umum saya berharap ada salah seorang tokoh Urang Awak, tapi nyatanya tak ada seorangpun. Ada Urang Awak di CSIS mencoba maju, tapi belum apa-apa beliau sudah tercoret dari seleksi pemilihan anggota KPU. Saya berharap tokoh lain, seperti mantan Rektor UIN, tapi sayang dianya lebih senang ‘mengawal rang sumando’ dari pada berpartisipasi kongkrit di KPU atau lembaga lainnya. Ada mantan pimpinan Muhammadiyah, tapi juga tak berminat, beliau lebih senang mengawal ibu mantan presiden saja.

Jadi siapa tokoh Urang Awak yang akan kita usung dalam Pemilu 2009 nantinya?.

18 08 2008
yulia

salam kenal..
salam kenal…
senang sekali membaca berita ttg Minangkabau di blog ini. kebudayaan Minangkabau yang kental dengan falsafah ‘alam takambang jadi guru’ nya ternyata menyimpan banyakpelajaran ttg kehidupan yang harus dipahami oleh generasi minang saat ini.
Skripsi saya ttg orang minang menambah rasa salut saya terhadap tokoh2 pergerakan minang terdahulu..
Bravo…

nb;
ijin ngelink blognya ya pak..:-D

3 09 2008
firlina

nice…
masih banyak tokoh minang lain kan?

6 01 2009
alris

Assalamualaikum ww,
Salam kenal da Is. Iko kunjungan partamo awak, semoga jadi silaturahmi.

9 01 2009
Epy Buchari

Bung Is,
Mohon izin untuak ma link “Urang Minang” ka website ambo http://kadaikopi.carpediem123.com nan tujuannyo untuak ikuik pulo dalam upaya mamajukan nagari awak dengan caro sharing membahas permasalahan ranah Minang nan memang layak wak bahas basamo. Ths & Wassalam.

21 01 2009
Is Sikumbang

Terima kasih juga, silahkan kunjungi website minang lain, http://www.cimbuak.net jo palantaminang.wordpress.com

5 05 2009
Boim

Assalamu’alaikum, Mamak…
Ambo kamanakan dari Duri..Lah ba urang rumah urang siko pulo. Ambo ikuik gabuang cek dih..
Aa..minta ambo link nyo cek..
Tarimo kasih Mak..
Assalamu’laikum

15 06 2009
HRM.Rajo Malano Jambak

Belum banyak biography tokoh Minang,namun begitu bolehlah dari pada tidak sama sekali

23 06 2009
Zulkifli Tahir

Assalamualaikum. Saya mewakili keluarga saya akan ke Sumatera tidak lama lagi untuk menjejak kasih (mencari rumpun keturunan) keluarga kami di sana. Serba ringkasnya, ibu dari suku Jambak dan tidak jelas akan keturunannya. Setahu saya moyang sebelah ibu namanya Salleh @ Panglima Bangkok yang bernikah dengan Cik Aishah. Semoga ada sesiapa yang dapat membantu dlm usaha ini. Wasalam

29 07 2009
ambo

Rancak blog mah pak, bia wak masuakan ka link awak.
Blog iko bisa maagiah samangaik untuak anak mudo-mudo kini, kalau urang minang tun banyak nan hebat, dan nan mudo-nudo wajib manaruih-an prestasi uran minang.

11 04 2010
Aswil

Salam kenal da Is,
Sekedar masukan, ado tokoh asal Minang (Banuhampu) di era pejuangan kemerdekaan nan mungkin bisa dimasuakkan di blog iko, yaitu almarhum dr. Abdul Halim. Peran beliau lumayan banyak, sejak dari anggota KNIP, salah satu utusan pemerintah pusat (bersama Leimena dan M. Natsir) untuk membujuk PDRI, salah seorang pendiri Persija dan kepanduan Indonesia, Perdana Menteri RI ketika RIS, Menteri Pertahanan di Kabinet M. Natsir dan Direktur RSUP (kini RSCM) selama periode 1951-1961.

15 04 2010
Is Sikumbang

Terima kasih, ambo akan usahokan

29 04 2010
Sjamsir Sjarif

Ambo baru tampak website ko. Banyak barisi gambar-gambar dari urang nan ambo kenal. Tampak gambar Budi Isman, ambo komentar saketek. Eh tampak lo gambar ambo sambia baranang tahun nan lalu. Kapatang ko 18 April 2010 lah baranang tahunan lo baliak, 75 laps (kenangan ulang tahun 75 + 1 untuak manjapuik tahun datang. Sadang 3/4 abad kini.

Tario kasih,
— Sjamsir Sjarif
Santa Cruz, California, USA

13 05 2010
Is Sikumbang

Mak Ngah, tarimo kasi apresiasinyo, ambo cubo mambuek sesuatu nan mungkin baguno untuak generasi mudo minang.

Is Sikumbang
Urang dapua http://www.cimbuak.net
Blog
urangminang.wordpress.com
palantaminang.wordpress.com

3 08 2010
muslianto

ambo ditambah masncubo manghiduik an dan mandukuang apopun itu yg tujuannyo bia urang awak dikenal baik & mampunyoi martabat nan tinggi ditangah2 masyarakat indonesia & dunia..o yo kiro2 adolai ndak urang awak yang bisa jadi presiden dimaso mandatang…kami dibatam akan mndukg 100%..bravo minang

3 08 2010
muslianto

ambo dibat mancubo manghiduik an dan mandukuang apopun itu yg tujuannyo bia urang awak dikenal baik & mampunyoi martabat nan tinggi ditangah2 masyarakat indonesia & dunia..o yo kiro2 adolai ndak urang awak yang bisa jadi presiden dimaso mandatang…kami dibatam akan mndukg 100%..bravo minang

15 12 2010
Kari Mudo

salam kenal ciek dulu da is….
ambo sangaik apresisif sakali jo blog uda ko, baitu pun jo blog palanta minang….
karano sungguah sangaik jarang sakali ado blog nan mancaritoan tentang urang minang secara eksklusif….
o iyo da, ambo pernah mambaco di wikipedia, dan ambo dapek kesimpulan baraso urang minang ko katurunan dari bani israil, ambo harap uda bisa mauleh agak saketek mengenai wacana ko.
mudah mudahan dek ualasan uda, batambah juo pangatahuan kito tantang urang minang ko…

wassalam….
Kari Mudo : id cimbuak

4 05 2011
iqbal jaelani philiyang

kapado dunsanak kami dari semenanjuang,, yang mahu mencari pertaliannya…jika hanya tahu nama suku saja, itu cukup susah mencarinya.. sebab yang bersuku jambak banyak disini,, coba ditanya dulu dari kampung mana asalnya?

28 03 2012
Baitur Rahmad Isman

Malu ambo jadi Urang Minang…
kok nan satitiak alun balauikkan, nan sakapa alun bagunuangkan
so, we must take action, keep struggle!

BRI, Katik Pangulu Kayo

23 04 2012
Nusantara

•Estimasi jumlah etnis tahun 2011 :
100 Juta orang etnis Jawa (41,6%),
37 Juta orang etnis Sunda (15,4%),
10 Juta orang etnis Banten-Betawi (4,2%),
10 Juta orang etnis Madura (4,2%),
9 Juta orang etnis Melayu (3,7%),
9 Juta orang etnis WNI Tionghoa (3,7%),
9 Juta orang etnis NTB-NTT (3,7%),
8 Juta orang etnis Minang (3,3%),
8 Juta orang etnis Batak (3,3%),
8 Juta orang etnis Bugis-Makassar (3,3%),
7 Juta orang etnis Mandar-Toraja-Gorontalo-Buton-Kaili-Tolaki-Muna-Minahasa-Sangir (2,9%),
4,5 Juta orang etnis Banjar-Sambas-Kutai (1,87%),
4 Juta orang etnis Aceh (1,6%),
3,5 Juta orang etnis Dayak (1,45%),
3,5 Juta orang etnis Bali (1,45%),
3,5 Juta orang etnis Maluku-Papua (1,45%),
5 Juta orang etnis lain (2%).

10 Juta orang Jakarta : 35% etnis Jawa, 27% etnis Betawi, 15% etnis Sunda, 5% etnis WNI Tionghoa, 5% etnis Minang-Melayu, 4% etnis Batak, 9% etnis lain.

50 Juta orang Sumatera : 15 Juta orang Jawa, 7,5 Juta orang Melayu, 6,5 Juta orang Batak, 6 Juta orang Minang, 4 Juta orang Aceh, 2 Juta orang Lampung, 3 Juta orang China, 1,5 Juta orang Sunda, 1,5 Juta orang Nias-Banjar-Komering, 3 Juta orang lain.

14 Juta orang Kalimantan : 3,5 Juta orang Dayak-Ngaju-Kendayan-Bakumpai, 3,2 Juta orang Banjar, 2 Juta orang Melayu-Sambas-Kutai, 2 Juta orang Jawa, 850.000 orang Bugis, 150.000 orang Madura, 800.000 orang etnis WNI Tionghoa, 1,5 Juta orang etnis lain.

Orang Jawa : 65 Juta orang di Jateng-DIY-Jatim, 15 Juta orang di Jabar-Banten-Jakarta, 15 Juta orang di Sumatera, 2 Juta orang di Kalimantan, 3 Juta orang di Indonesia Timur, Malaysia.

•Data 200 orang konglomerat Indonesia dengan harta diatas Rp. 300 Miliar : 140 orang etnis WNI Tionghoa, 28 orang etnis Jawa, 7 orang etnis Minang- Melayu, 5 orang etnis Arab-India, 5 orang etnis Sunda, 4 orang etnis Bugis, 4 orang etnis Batak, 7 orang lain (Aceh, Lampung, Sulawesi).

•4.000 orang Indonesia dengan harta antara Rp. 50 Miliar-Rp. 300 Miliar : 34% etnis WNI Tionghoa, 34% etnis Jawa, 12% etnis Sumatera, 20% etnis lain.

•400.000 orang kaya Indonesia dengan harta antara Rp. 1 Miliar-Rp. 30 Miliar : 42% etnis Jawa, 14,4% etnis Sunda, 11% etnis WNI Tionghoa, 9% etnis Minang-Melayu, 4% etnis Batak, 4% etnis Bugis-Makassar, 3,7% etnis Banten-Betawi, 3,7% etnis Madura, 8,2% etnis lain (Aceh, Kalimantan, Bali, NTB, NTT, Minahasa, Toraja, Mandar, Maluku, Papua, WNI keturunan Arab-India-Eropa). Profesi : 35% pengusaha UKM, 25% pejabat (pejabat PNS, pejabat BUMN, anggota DPR/DPRD, perwira TNI-Polri), 20% profesional (pengacara, dokter, notaris, pemasar, dosen, TKI, teknokrat, arsitek, artis), 20% eksekutif swasta.

•Profesi etnis Jawa kaya : 50.000 orang pejabat negara, 62.000 orang pengusaha UKM, 20.000 orang dokter, 20.000 orang profesional, 16.000 orang swasta.

•Wilayah orang kaya Indonesia : Jateng-DIY-Jatim 120.000 orang, Jakarta 80.000 orang, Jabar-Banten 80.000 orang, Sumatera 60.000 orang, Indonesia Timur 35.000 orang, Sulawesi 25.000 orang. Daerah etnis Jawa kaya : Jateng-DIY-Jatim 98.000 orang, Jakarta-Jabar-Banten 45.000 orang, luar Jawa 25.000 orang.

•Persentase 35 Juta keluarga kelas menengah Indonesia dengan harta antara Rp. 100 Juta-Rp. 1 Miliar (PNS-TNI-Polri-pegawai BUMN-pegawai swasta-dokter-ilmuwan-notaris-dosen dan UMKM) : 47% etnis Jawa (mencapai 80% di Jateng-DIY-Jatim, 30%-35% di Jakarta-Sumatera), 19% etnis Sunda-Banten-Betawi (etnis Sunda mencapai 80% di Jabar), 17% etnis Sumatera-Kalimantan, 13% etnis Indonesia Timur-Madura, 4% etnis WNI Tionghoa (kurang dari 2% di sektor PNS-TNI-Polri-BUMN, tetapi 35% di sektor swasta).

•Kepemilikan rumah di Indonesia : 40% Jateng-DIY-Jatim, 28% Jakarta-Jabar-Banten, 18% Sumatera, 4% Sulawesi, 3% Kalimantan, 7% Bali-NTB-NTT-Papua.

•Kepemilikan mobil di Indonesia : 30% Jateng-DIY-Jatim, 23% Jakarta, 17% Jabar-Banten, 16% Sumatera, 5% Kalimantan, 5% Sulawesi, 4% Indonesia Timur.

•Ekonomi Indonesia BPS : 24% Jateng-DIY-Jatim, 23% Sumatera, 18% Jabar-Banten, 16% Jakarta, 10% Kalimantan, 5% Bali-NTB-NTT-Papua, 4% Sulawesi.

•Simpanan perbankan di Indonesia : 48% Jakarta, 17% Jateng-DIY-Jatim, 13% Sumatera, 10% Jabar-Banten, 5% Kalimantan, 3% Sulawesi, 4% daerah lain.

•80.000 orang kaya Jakarta : 35% etnis Jawa (pejabat PNS-BUMN), 20% etnis WNI Tionghoa, 15% etnis Sunda, 10% etnis Betawi, 10% etnis Minang, 10% etnis lain.

•Jumlah fakultas kedokteran Indonesia : Jateng-DIY-Jatim 17, Jakarta 10, Jabar-Banten 6, Sumut 6, Sulut-Sultra-Sulteng 4, Aceh 3, Riau-Batam 3, Sulsel 3, Kalimantan 3, NTB-NTT 3, Jambi-Bengkulu 2, Sumbar 2, Sumsel 2, Lampung 2, Bali 2, Maluku-Papua 2.

Persentase artis-model Indonesia : 38% etnis Jawa (32% etnis Jawa asli, 6% etnis WNI keturunan Eropa-Jawa), 18% etnis Sunda, 12% etnis Minang-Melayu, 5% etnis WNI keturunan Arab-India, 5% etnis WNI Tionghoa, 5% etnis Batak, 4% etnis WNI Eropa-etnis lain, 4% etnis Manado, 9% etnis pribumi lain.

Ambo urang awak Minang di rantau. Rancak ini blog. Ambo dapat informasi dari kaskus. Thanks…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: