Prof. Dr. Umar Junus (1934-2010)

24 04 2010

In Memoriam Prof. Dr. Umar Junus (1934-2010)
Oleh : Suryadi

Ketika sedang menuju ruang kuliah siang di tepian kanal Van Eyckhof, Leiden, Belanda, awal minggu ini, sebuah pesan pendek (sms) masuk ke hp kuno saya: “Dear frens (sic!), Bapak passed away peacefully at. 9.15 pm.” Sms itu dikirim dari Kuala Lumpur oleh Ervan Yunus, anak bungsu Umar Junus, yang memberitakan kepergian ayahnya menemui sang Khalik. Saya tertegun, dan langsung teringat kepada dunia ilmu dan kritik sastra Indonesia dan Malaysia yang kini telah kehilangan lagi salah seorang pakarnya yang terbaik dan sangat prolifik: Prof. Dr. Umar Junus.

Umar Junus meninggal pada hari Senin, 8 Maret 2010 pukul 9.15 malam waktu Kuala Lumpur dalam usia 76 tahun. Beliau meninggal di Pusat Perubatan Universiti Malaya (University Malaya Medical Centre) setelah menderita sesak napas akibat penyakit myasthenia gravis yang sudah dideritanya sejak 1997. Jenazahnya telah dikebumikan di Kota Damansara sekitar jam 3 sore, Selasa, 9 Maret 2010.

Sewaktu terakhir kali penulis bersama Prof. Taufik Abdullah mengunjungi Umar Junus di rumahnya di Petaling Jaya di sela International Convention of Asia Scholars ke-5 (2-5 Agustus 2007), beliau masih bercanda bahwa penyakitnya unik. Myasthenia Gravis adalah salah satu kelainan immun bawaan yang cukup langka. Karakteristik yang khas dari penyakit ini adalah timbulnya kelemahan pada otot rangka yang biasanya juga disertai nyeri ketika otot-otot digerakkan

Read the rest of this entry »

Advertisements







%d bloggers like this: